Kayak apa yang udah diprediksi Dami sama Juho. Anak-anak Dreamcatcher di'jebak' buat langsung ngasih keputusan untuk ngelanjutin kontrak mreka jadi 10 tahun atau putus di tengah jalan.
Soalnya omongan awalnya kan katanya cuma buat ngobrol-ngobrol soal kontrak dan nanya pendapat mereka gimana seandainya kontraknya diubah dan nambah 5 tahun dari kontrak awal
Tapi pas mereka sampe, semua filenya udah disiapin dan tiba-tiba mereka harus buat keputusan saat itu juga.
Sampe Byungchan yang udah ngurusin Dreamcatcher dari pas mereka masih mahasiswa aja kaget pas tau mereka ga dikasih waktu buat baca semua syarat ketentuan kontraknya lebih lama dan harus langusng ngasih jawaban @.@
Maksudnya kek... Ini sekelas label gede Silvershow lho! Yang banyak diincer sama musisi musisi buat kerjasama bareng.
Kok bisa gini amat alur 'kontrak' mereka?
Pas tanda tangan kontrak yang pertama aja mereka masih dikasih waktu buat baca-baca ulang apa poin yang mereka dapetin kalo gabung bareng, ga segininya.
Saking anehnya, Jiu yang biasa lebih banyak ngikutin kemauan temen-temennya, sampe angkat bicara duluan, "Untuk perpanjangan kontrak ini karena berhubungan dengan jangka waktu yang lumayan panjang, kami belum bisa mengambil keputusan secepat yang bapak ibu minta. Jadi kami akan tetap mengacu pada kontrak awal. Yang mana kontrak kami akan berakhir tahun depan."
Jiu mencoba ngejelasin sehalus yang dia bisa biar ga ada kesalahpahaman, tapi juga biar pihak label ga sakit hati karena dia nolak tawaran buat perpanjang kontrak--
"Tapi kalau ga diperpanjang sekarang, sayang banget lho... Potensi kalian gede banget. Influence ke penikmat musik juga besar. Kami bisa menjamin karir kalian sampai 6 tahun kedepan"
Jiu senyum, "terima kasih atas kepercayaannya, namun untuk sekarang kami sudah cukup puas dengan apa yang kami dapat. Jadi... Mungkin kerjasama antara Dreamcatcher dan Silvershow memang sudah cukup sampai di sini saja"
Pandangan 2 orang label itu pindah ke Seungyeop yang lagi tenang ngewarnain kertas HVS pake krayon di pangkuan mamanya, "apa mungkin karena sibuk mengurus anak--?"
"Oh engga." Siyeon langsung ngebales cepet sambil ngasih senyum formalitas, "anak saya sama sekali ga ada hubungannya dengan karir saya. Ini murni keputusan kami bertujuh."
--^^--
"Agensi mana lagi sekarang?"
"Agensi China juga--"
"Lagi?!"
Seungsik langsung nahan suaminya yang keknya udah capek sama agensi dari negara itu, "Sek! Sek! Kita coba aja dulu yang ini.. Gimana?"
Masih skeptis, Seungwoo ngelirik Seungsik balik, "dan abis kita setuju merga, mereka diakusisi lagi sama Eun Tan? Ga dulu deh."
"Gimana kalo pas kita ketemuan sama representativenya mereka... kamu tanya soal ini--yaa... Memastikan aja gitu.." Seungsik ngusulin, "kalo misalnya dia ga ada masalah sama Eun Tan, berarti emang ada kemungkinan mereka bisa diakusisi sama mereka, tapi kalo ada masalah... Ga mungkin mereka bakal kerja bareng Eun Tan dong?"
Seungwoo diem bentar, mikirin usulnya Seungsik. Ada benernya juga sih tapi.. @.@
Dia ga harus langsung ngasih tau dia setuju apa engga, tapi mending dia tanya dulu pandangan agensi itu ke Eun Tan Corp kayak gimana. Bagus apa engga.
"Yowes.. Schedule a meeting kalo gitu, sik"
"Oke"
--^^--
"I didn't know you start gardening?" Juho ngeliatin halaman rumah temennya yang udah banyak polybag, sekop dan alat-alat berkebun lain
"Ah.. itu dibeliin sama adekku" Taeyang ngejawab, "Udah makan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Griya Dalem (SF9 & Cravity)
Fanfiction"Di bahasa Inggris, rumah punya dua sebutan. 'House' sama 'Home'..." "Kenapa gitu?" "Yang satu merujuk ke bangunannya, yang satu merujuk ke perasaannya" • Sebuah buku dengan kumpulan cerita masing-masing orang yang punya latar belakang berbeda menca...
