Dibilang lari ya berlari! Namun, kau memilih berjalan.
Disuruh beranjak ya beranjak! Namun, kau memilih tidur-tiduran.
Diteriaki semangat ya semangat! Namun, kau malah lesu.
Padahal, hanya jika kau mengikuti perintah-Nya, kau akan berubah.
Kau yang bersalah. Sejak dari kandungan ibumu, darah berdosa sudah mengalir di pembuluh darahmu. Di masa depan nanti kau mungkin akan menjadi pria keji atau perempuan jahat yang permainannya mengotak-atik mental seseorang. Perbuatanmu bagaikan domino yang tanpa sadar bisa melukai cintamu.
Sudah pernah lihat belum seorang bapak-bapak merampas permen anak pengamen? Sudah pernah lihat belum ibu-ibu diusir dengan rempah-rempah dapurnya? Ah, belum pernah sepertinya, buktinya kau kebingungan.
Mungkin sekarang kau masih bingung karena kau masih tetap berjalan dan bukan berlari, masih tidur-tiduran dan bukan beranjak, masih lesu walau seharusnya bersemangat.
Yah, begitulah kita. Dunia bertameng dengan menyatakan perbuatanmu "manusiawi". Pret.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bicaralah: Dunia Tidak Benar-Benar Memperhatikanmu
PoetryJika aku punya kesempatan untuk berbicara, aku akan berbicara walau dunia tidak benar-benar memperhatikan perkataanku. Untaian kata yang tadinya hanya disimpan secara pribadi oleh penulisnya. Rasanya, mereka pantas diketahui oleh dunia. Orang-orang...
