Sampah di Antara Berlian

11 1 0
                                        

generasiku kacau
ordonansi yang kata antek-antekku itu katakan omong kosong belaka
muda dan mudi mesra dengan mulutnya
telingaku tersumbat tak mau mendengar ocehannya

sudah pemilu ke berapa aku tak dipilih langsung oleh rakyat?
muda dan mudi kembali ke lapangan
tuntutan mereka keras
otak mereka sungguh jenius bisa membungkamku

titik berat pikiran idealku sudah sirna
kini amukan massa menjadikanku kenang-kenangan mereka
tak habis mereka memotret wajahku

tangislah kau tangis
teriaklah kau teriak
begitu mulut-mulut berkata di hadapan pemimpinnya

aku lahir di era yang salah
tak seharusnya aku menjadi sampah di antara berlian
aku tak tinggal diam
tangan-tanganku masih lebar menjangkau mulutmu

Bicaralah: Dunia Tidak Benar-Benar MemperhatikanmuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang