Lucu.
Lucu pikirku.
Hidup penuh sandiwara dirimu.
Dipermainkan penguasa-penguasa ulung dirimu.
Mereka itu bukan lebih pintar.
Hanya lebih cerdik.
Segera menggunakan kesempatan dengan berani.
Kau.
Ya, sementara kau,
Masih tertawa di depan teknologi yang diciptakan mereka dengan konyol.
Lupa.
Lupa dirimu.
Tujuanmu sebenarnya adalah memajukan bangsa dan negeri.
Namun, kelakuanmu sekarang ini tak lebih dari sampah masyarakat.
Lihat dulu contekanmu itu!
Kelihatan!
Tak sadar kau kira para penguasa-penguasa itu?
Melihatmu kelabakan demi sebuah angka formalitas.
Benarkan dulu sikapmu itu!
Adakah masa depan yang mau menerimamu?
Si pencuri jawaban.
Ah!
Hahahaha.
Lucu.
Lucu pikirku.
Sekarang aku melihat banyak orang-orang jenaka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bicaralah: Dunia Tidak Benar-Benar Memperhatikanmu
PoetryJika aku punya kesempatan untuk berbicara, aku akan berbicara walau dunia tidak benar-benar memperhatikan perkataanku. Untaian kata yang tadinya hanya disimpan secara pribadi oleh penulisnya. Rasanya, mereka pantas diketahui oleh dunia. Orang-orang...
