2.

2.2K 97 1
                                    

Sore ini, Marsha di kejutkan dengan sepotong dress berwarna biru muda. Mamahnya bilang, dia akan bertemu dengan calon suaminya nanti. Papah Marsha sudah tau bahwa Marsha menyetujui perjodohan ini, dia sangat berterimakasih kepada Marsha.

Saat inilah keluarga tersebut sedang sibuk karena akan menuju restoran bintang 5 tempat dimana dia akan bertemu dengan keluarga besan.

-disatu sisi

Zee sudah tau mengenai perjodohan ini, dia sudah pasrah dengan kedua orangtuanya toh umurnya juga sudah cukup jika ingin menikah. Malam ini dia sudah rapih dengan pakaiannya dan sudah masuk ke dalam kendaraan. Zee menjalankan mobilnya menuju restoran yang sudah di beritahu oleh sang ayah.

Ayah dan ibu zee sudah pergi duluan menuju restoran, Zee memilih membawa kendaraannya sendiri agar setelah selesai pertemuan ini, dia bisa bertemu dengan kawan-kawannya.

Ketika sampai di restoran, Zee memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam restoran. Zee di sambut oleh pelayan disana dan di antar ke meja yang sudah di pesan oleh orang tuanya.

Zee bisa melihat di meja tersebut ada ayah dan ibunya beserta ayah dan mamah Marsha.

Zee sudah mengenal kedua orang tua Marsha, dia juga sudah mengenal Marsha tetapi hanya kenal nama saja. Ibunya juga seringkali menceritakan perempuan itu.

Zee menghampiri mereka semua, dan menyelami kedua orangtuanya beserta orang tua Marsha. Zee tak berkedip melihat pandangan di depannya ini. Seorang wanita cantik dengan dress birunya.

"Gak usah pakai lama, ndy kenalin ini anakku namanya Zee Maheswara. Yang waktu itu kita bicarakan" Ucap ayah Zee memperkenalkan dirinya, Zee hanya bisa tersenyum

"Iyaa perkenalkan juga ini anakku Marsha Lenathea"

Mereka berbincang mengenai perjodohan ini, bahkan mereka sudah mempersiapkan pernikahan mereka berdua yang akan di laksanakan 1 Minggu lagi.

Setelah membahas mengenai acara, mereka semua makan bersama. Pandangan Zee tak pernah lepas dari Marsha. Sungguh perempuan itu sangat cantik malam ini.

"Marsha pulangnya di anterin Zee aja ya" Ucap ibu Zee di sela-sela makannya.

Sejujurnya Marsha ingin menolak, dia masih canggung sekali dengan Zee apalagi melihat zee yang terus saja memandangnya. Karena tidak enak untuk menolak, Marsha akhirnya menerima tawaran tersebut.

"Jangan ngebut ya Zee bawa mobilnya, Marsha harus sampai rumah dengan selamat" Kata papah Marsha

"Iyaa om, saya gak ngebut bawanya" Jawab zee kikuk, dalam hatinya dia memikirkan alasan untuk izin tidak datang kumpul bersama temannya malam ini.

Setelah selesai, Zee pamit untuk pulang terlebih dahulu dengan alasan agar mengantar Marsha tidak terlalu malam.

Dan inilah keadaan mereka di dalam mobil, tidak ada yang memulai pembicaraan. Marsha hanya fokus ke handphonenya dan Zee yang merasa bibirnya kaku untuk mengeluarkan kata-kata.

"Alasan kamu Nerima perjodohan ini apa?" Akhirnya Zee angkat suara.

Marsha menaruh handphonenya di tas, lalu fokus ke depan kembali

"Awalnya aku udah nolak karena gak kenal siapa kamu, dan posisinya aku juga punya pacar. Tapi mau gak mau aku harus nurutin apa kata mamah sama papah" Jawab Marsha tanpa memandang Zee "Kalau kamu sendiri, kenapa mau Nerima perjodohan ini?"

"Saya gak punya alasan yang logis untuk jawab pertanyaan kamu, tapi saya juga nurutin apa kata orang tua saya. Walaupun pernikahan kita cuma karena perjodohan, saya mohon untuk berperilaku seperti hubungan suami istri pada umumnya"

Marsha mencerna setiap ucapan Zee, tak terasa mereka sudah sampai di rumah Marsha. Ia melepas sabuk pengamannya dan melihat ke arah Zee

"Kamu, mau mampir dulu?"

"Gak usah sha, saya langsung pulang aja"

Marsha mengangguk, dia keluar dari mobil Zee, belum masuk gerbang tiba-tiba Zee memanggil Marsha

"Boleh saya minta nomor kamu? jaga-jaga aja" Pinta Zee sambil memberikan handphonenya

Marsha tidak menjawab, dia langsung meraih handphone Zee dan mengetik nomor WhatsApp nya.

"Udah nih" Ucap Marsha lalu mengembalikan handphone Zee. Zee mengambil handphonenya sambil tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepada Marsha.

Setelah itu, Zee menutup kaca mobilnya dan kembali menjalankan mobilnya menuju rumahnya kembali.

"Cantik ya dia" Omong Zee sendiri sambil senyum-senyum di dalam mobilnya.

Sesampainya dirumah, Zee langsung masuk ke dalam rumahnya dan pergi ke kamarnya. Seperti biasa Zee akan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum tidur

Selesai membersihkan diri, Zee sedang bersantai di atas kasurnya sambil memikirkan chat apa yang akan di kirimkan kepada Marsha.

Zee mengetikkan beberapa kata, lalu mengirimkan kepada Marsha. Zee berpikir bahwa Marsha sudah tidur. Tapi beberapa saat kemudian dia melihat Marsha sudah membalas chat nya.

Dengan chattan seperti ini saja sudah membuat Zee deg-degan, apalagi dia bisa mengobrol lama dengan Marsha. Alam sesalting apa bocah kasmaran ini.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Matchmaking Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang