Hari ini, acara pernikahan Marsha dan Zee di laksanakan. Keluarga mereka hanya mengundang kalangan dekat saja, Zee mengundang teman-teman bisnis maupun teman-teman masa SMA nya dulu. Marsha pun begitu.
Saat ini, Marsha sedang rias di kamarnya. Zee sudah dibawah bersiap untuk ijab kabul, Zee merasa gugup sekali. Sebentar lagi dia akan menjadikan Marsha sebagai istri sah nya.
Marsha melihat di layar handphone nya yang memperlihatkan kamera di bawah sedang mengarah kepada Zee yang sudah menjabat tangan papahnya. Marsha juga tak menyangka sebentar lagi dia akan menjadi seorang istri.
Acara ijab kabul berjalan dengan baik, saat ini Marsha sudah siap untuk turun kebawah didampingi dengan yang lain. Satu persatu tangga sudah dia lewatkan dan tepat saat itu dia duduk di samping Zee
Zee yang melihat Marsha saat ini sangat kagum, Marsha sangat cantik dengan gaunnya. Zee mengambil cincin dan memakaikan ke jari manis marsha begitu juga sebaliknya.
Marsha meraih tangan Zee dan menyalaminya, setelah itu Zee mendaratkan bibirnya di kening Marsha. Mengecup kening itu lama dan melepaskannya lalu tersenyum melihat Marsha.
Setelah itu, mereka mengadakan acara resepsi. Marsha memberikan terimakasih kepada karyawan maupun teman-temannya yang sudah datang ke acara pernikahannya.
Saat ini, teman-teman Zee yang naik ke atas untuk memberikan ucapan selamat.
"tau-tau nikah aja lu Zee, selamat ya" Ucap Olla
"Jangan lupa ponakannya ya" Kata Oniel
"Zee jangan kasar-kasar kasian bini lu" Ucap Flora
"Gak ada yang bener lo bertiga, btw makasih udah dateng" Jawab Zee
"Iyaa makasih udah mau Dateng" timpal Marsha juga
"Yoi sama-sama, yaudah sekali lagi selamat ya atas pernikahan kalian"
Teman-teman Zee pun sudah turun, Marsha kembali duduk. Zee pun ikut duduk di sebelah Marsha dan menatap kearahnya
"Kamu capek sha? mau makan atau mau naik ke atas?" Tanya zee sambil mengeluarkan sapu tangan dan di usapkan kewajah Marsha dengan lembut
"Aku capek, tapi gaenak kalau kita tinggal ke atas" Jawab Marsha sambil menatap Zee
"Yaudah sebentar ya saya cari ibu dulu" Zee memberikan sapu tanganya ke Marsha dan bangun untuk mencari sang ibu
Zee menemukan ibunya di meja makan dimana sedang ada keluarganya dan juga keluarga Marsha. Zee mengajak ibunya sebentar
"Bu, kalau aku sama Marsha naik ke atas udah boleh blm? soalnya Marsha udah capek" Tanya zee
"Gpp kamu naik aja sama Marsha, malem ini nginep dulu disini. Kamar kamu udah di rapihin kok biar nanti kita yang urus disini" Jawab ibu Zee
Zee pun kembali menemui Marsha dan mengajaknya untuk keatas. Zee menuntun Marsha dengan hati-hati takut terserimpat gaun.
Saat sampai di depan pintu kamar, Zee membukakan pintu nya dan membiarkan Marsha untuk masuk.
"Tadi ibu bilang kita di suruh nginep disini dulu, besok kita baru pindah. Saya tidur di sofa, kamu di ranjang" Ucap Zee sambil melepaskan jas nya dan menggulung lengan kemejanya
"Iyaa, yaudah aku mandi duluan" jawab Marsha lalu masuk ke toilet.
Membutuhkan waktu 30 menit untuk Marsha bersih-bersih, Zee membuka lemari bajunya dan mengeluarkan baju yang sudah ibunya siapkan untuk dirinya dan Marsha.
Dia menaruh baju Marsha di atas ranjang dan dia duduk di sofa kamar, setelah itu dia melihat Marsha keluar dari toilet menggunakan handuk yang terlilit di tubuhnya. Zee langsung bangun dan masuk ke toilet untuk membersihkan dirinya.
15 menit Zee sudah selesai dengan mandinya, dia keluar dari toilet sudah rapih dengan pakaian tidurnya. Melihat Marsha yang sudah tidur di atas ranjang. Pikirnya pasti Marsha sangat lelah
Dia menghampiri Marsha yang sudah tertidur dan jongkok di sampingnya. Zee sangat suka melihat wajah damai Marsha saat tertidur, dia merapikan anak rambut Marsha mengecup keninnya singkat. Mengambil bantal lalu tiduran di sofa.
"Gini amat malam pertama di sofa" Kata Zee lalu memejamkan matanya.
Pukul 6 Marsha terbangun dari tidurnya, dia melihat zee yang tertidur di sofa. Dia bangun dari ranjang dan menguncir rambutnya asal lalu membawakan selimut untuk Zee.
Dia menutupi tubuh Zee tanpa niat membangunkannya. Marsha memasuki toilet untuk membersihkan dirinya lalu turun kebawah.
Rumah masih sepi jam 6 saat ini, mungkin yang lain juga kelelahan karena mengurusi acaranya semalam. Marsha membuka kulkas mencari bahan untuk di masak
Dia mengeluarkan beberapa bahan disana, dan mulai memasak untuk sarapan. Saat sedang memotong beberapa bahan, dia di kejutkan saat ada tangan melingkar di pinggangnya.
Dia menghela nafas saat tau orang yang memeluknya adalah Zee
"Kamu masak apa sha" Ucap Zee menaruh dagunya di pundak Marsha
"Masak yang simpel aja, aku takut gaenak. Udah sana kak Zee tunggu di meja makan" Jawab Marsha
"Sebentar sha, dingin" Kata zee sambil mengeratkan pelukannya
Marsha melanjutkan acara masaknya sambil si ikuti Zee yang sambil memeluknya.
"Zee, tunggu ya di meja makan. Akunya ribet" Ucap Marsha dengan lembut
Zee melepaskan pelukannya lalu mencium pipi Marsha singkat "Makasih selimutnya" Kata Zee lalu pergi menunggu di meja makan.
Pipi Marsha merona merah, "Jantung gue gaaman kalau gini terus" ucap Marsha dalam hati
Beberapa menit kemudian, masakan Marsha sudah selesai dan di bawanya ke meja makan. Berbarengan dengan ibunya yang turun kebawah
"Maafin ibu ya baru bangun jadi gak bisa bantu masak" Ucap ibu Zee dan mereka memaklumi.
Semuanya makan masakan Marsha, Marsha dan ibu zee mencuci alat makan dan masak tadi setelah semua sudah selesai.
Zee dan Marsha kembali ke kamar lagi untuk merapihkan baju beserta barang lainnya yang akan di bawa kerumah baru.
Marsha membantu Zee memasukkan barangnya ke dalam koper, tak banyak barang Zee jadi hanya perlu waktu sebentar.
Mereka berdua pamit kepada orang tua Marsha untuk mengambil barang Marsha di rumahnya. sepertinya mereka berdua akan langsung menempati rumah baru biar tidak terlalu lelah.
Setelah semuanya selesai, mereka sampai dirumah Zee. Ralat, rumah mereka berdua.
Zee dan Marsha masingmasing membereskan barang di kamarnya. Marsha tetao meminta untuk pisah kamar dengan Zee. Zee sudah berusaha membujuk Marsha Tetapi Marsha blm siap katanya.
Setelah semuanya selesai, mereka keluar untuk membeli bahan-bahan makanan serta keperluan yang lain. Marsha sedang menglist apa saja yang harus dibeli nanti agar tidak terlalu lama
Mereka sudah selesai dan akan keluar untuk pergi ke pusat perbelanjaan. Seperti biasa Zee harus berputar untuk mencari lahan parkir yang kosong. Setelah menemukannya Zee dan Marsha keluar dari mobil dengan Zee yang menggandeng tangannya.
Marsha sudah terbiasa akan hal itu jadi dia tidak masalah.
AUTHOR BARU SELESAI UJIAN
SEGINI DULU YA NSNTI MALEM UPDATE LAGI.
