"Hah apasih pah? aku gak mau di jodohin, aku bisa kali nyari pasangan aku sendiri" Ucap Marsha langsung berdiri dari duduknya
"Marsha dengerin papah dulu, papah jodohin kamu juga ada maksudnya"
Marsha ingin segera meninggalkan papah dan mamahnya yang sedang di ruang keluarga ini. Tetapi, tangan sang mamah menahannya agar Marsha kembali duduk dan tenang.
"Pah, mah sampai kapanpun aku gak akan nerima perjodohan ini. Lagian aku juga punya pacar pah"
"Marsha, pacar kamu itu gak baik percaya sama mamah ya. Mamah mohon ya sayang" Ucap sang mama sambil menatap Marsha.
"Bahkan aku gak kenal siapa yang bakal di jodohin sama aku, izinin aku buat mikirin semua ini" Jawab Marsha lalu meninggalkan ruang keluarga
Dia masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu tersebut. Marsha berbaring di tempat tidurnya. Kepalanya terasa pusing memikirkan hal yang baru saja dia bicarakan tadi.
Bagaimana bisa Marsha menerima perjodohan tersebut, bahkan disaat dia punya kekasih saat ini.
Bagaimana Marsha menjelaskan kepada kekasihnya nanti.
Pusing memikirkan hal itu, akhirnya Marsha memejamkan matanya dan tertidur.
Malam harinya
Marsha terbangun dari tidurnya pukul 7 malam, dia mengucek kedua matanya dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka serta mengganti pakaiannya dengan piyama.
Setelah itu Marsha turun kebawah untuk makan malam, disana sudah terdapat papah dan mamahnya. Kedua orang tua Marsha memberikan senyuman kepada Marsha dan menyuruh Marsha agar segera makan.
Marsha sudah selesai dengan makanannya, dia menaruh sendok dan juga garpunya lalu berdiri dari duduknya
"Aku udah selesai, naik duluan ya mah pah" Kata Marsha
"Nanti mamah ke kamar kamu ya sha"
Marsha hanya menjawab dengan anggukan, lalu naik ke atas untuk menuju kamarnya.
Marsha duduk di meja riasnya, menatap wajahnya lalu mengoleskan beberapa skincare. Sedang asik sendiri tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang.
Marsha bangun dari meja riasnya dan membukakan pintu tersebut dan di lihatnya sosok mamah yang sudah berdiri di depan pintu sambil tersenyum.
"Eh mamah, masuk mah" Ajak Marsha dan duduk di sofa kamarnya.
Mamah Marsha mengikuti apa kata Marsha dan duduk di sofa. Dia melihat Marsha yang duduk di sebelahnya. Sang mamah tersenyum mengusap rambut sang anak
"Maafin mamah sama papah ya kalau kesannya maksa kamu, mamah sama papah mau yang terbaik buat Marsha. Mamah gak mau Marsha salah milih pasangan" Kata sang mamah
"Iya aku juga minta maaf karena udah ngomong dengan nada yang tinggi ke papah tadi. Masalahnya, kalian terlalu tiba-tiba. Aku bahkan gak kenal siapa dia, gimana mukanya pun aku gak tau mah. Di satu sisi aku juga punya pacar" Jawab Marsha
"Mamah tau kok kalau ini mendadak buat kamu, mamah sama papah gak mau menunda dan kita berdua gak adal jodohin kamu sama orang. Mamah kenal sama orang tuanya, samaa anaknya. Dia baik sha, mamah yakin dia bisa bahagiain kamu, cuma kamu anak mamah sama papah satu-satunya. Mamah mohon kamu terima ya" Timpal mamah Marsha sambil memohon padanya.
Marsha pasti memikirkan itu, namun dia yakin pilihan orang tua adalah yang terbaik. Hanya saja di satu sisi dia belum siap untuk melepaskan sang kekasih. Dengan keyakinannya Marsha menerima perjodohan tersebut
"Kalau emang ini yang mamah mau, aku ikutin kata mamah"
"Makasih ya sha, biar mamah urus pertemuan kalian berdua" Kata sang mamah dan langsung memeluk marsha
Marsha mengangguk dan membalas pelukan tersebut.
Marsha berharap, semoga ini adalah jalan terbaik untuk menemukan kebahagiaannya.
VOTE GUYS
