Hari pernikahan Zee dan Marsha sudah semakin dekat. Disini Marsha dengan kegelisahannya, dia akan menemui sang kekasih dan menjelaskan kepadanya bahwa dia akan segera menikah karena di jodohkan.
Marsha hanya berpasrah kepada tuhan jika nanti dia dan kekasihnya akan berakhir seperti ini, dan dia berharap semoga Zee lebih baik daripada kekasihnya sekarang.
"Halo, kamu dimana aku udah nungguin di taman deket komplek rumah" Kata Marsha berbicara kepada lawannya lewat telfon.
"Iyaa sebentar lagi aku sampe kok sayang"
Telfon tersebut terputus, Marsha menunggu selama 5 menit dan akhirnya ada sebuah mobil berwarna putih terparkir disana. Dia melihat orang yang berjalan menghampiri dirinya.
Sang kekasih melambaikan tangannya kepada Marsha dan berjalan cepat. Mereka berdua duduk di kursi taman "Kamu mau ngomongin apa sha?"
"Aku mau kita udahan aja Del" Final Marsha. "Hah kenaoa tiba-tiba banget? kamu bosen sama aku?"
"Kamu gak kurang apa-apa, aku ngelakuin ini karena di jodohin sama papah mamah dan aku gak bisa nolak Del" Ucap Marsha sambil menundukkan kepalanya.
"Sial, aku bingung sama orang tua kamu. Mereka selalu anggap aku sebelah mata, aku kurang apa buat kamu? Permintaan maaf aku karena kejadian di masa lalu masih kurang?" Jawab adel dengan nada tak terima
Inilah sifat yang Marsha hindari dari Adel, dia selalu mudah terpancing emosi, dari hal sepele sampai keadaan sekarang ini. Oleh sebab itu mamah dan papahnya sangat tidak menyukai Adel.
"Del, aku tau pasti kamu kecewa. Tapi maaf aku gak bisa nolak permintaan mamah sama papah, dan aku yakin kamu bisa nemuin yang lebih dari aku"
Adel memegang kedua pergelangan tangan Marsha dengan keras "Kamu bisa nolak sekarang, kamu minta apa dari aku? kamu mau aku nikahin sekarang juga? Aku gak bakal sudi ngeliat kamu nikah sama orang lain sha, gak akan pernah Sudi"
Marsha mengerang kesakitan, berusaha melepaskan cengkraman tangan Adel di tangannya. Mereka berdua berakhir cekcok di taman dekat komplek dengan Adel yang terus memaksa Marsha.
Bahkan Adel sudah memaksa Marsha, sudah mencengkram tanganya bahkan bahunya pun di remas dengan kuat olehnya. Marsha berharap ada seseorang yang membantunya untuk lepas dari seorang Adel.
Kejadian beberapa tahun lalu membuat Marsha menjadi sadar bahwa adel bukanlah orang yang baik untuknya, tetapi Marsha tidak bisa melepaskan Adel, rasa cintanya lebih besar dari rasa bencinya.
Saat itu, Zee sedang mengendarai mobilnya menuju rumah Marsha. Saat melewati taman dia melihat Marsha yang sedang di ganggu tanpa pikir panjang Zee menepikan mobilnya dan menghampiri keduanya disana.
Zee memegang bahu Adel, dan langsung mendorongnya hingga terjatuh di rerumputan taman. Marsha Langsung berlindung di belakang tubuh Zee dan melihat adel yang sudah terbangun dari jatuhnya.
"Kamu gak papa kan sha? ada yang luka gak?" Tanya zee memeriksa Marsha. Marsha menggeleng untuk menjawab pertanyaan Zee
"Lo siapa? ikut campur urusan gue sama marsha. Atau jangan-jangan lo adalah orang yang mau di jodohin sama dia?" Tanya Adel sambil menunjuk Marsha
"Memang, memang saya orang yang akan menjadi suami Marsha. Peringatan buat anda, segera jauhi Marsha karena dia akan menjadi milik saya seutuhnya." ucap Zee menekankan perkataannya
Adel yang sudah tersulut emosi tersebut langsung menonjok wajah Zee "Anjing gue gak akan biarin dia bahagia sama lo ya bangsat"
Zee menahan tangan Adel yang ingin memukulnya kembali, dengan sigap dua mendorong tubuh adel hingga terjatuh dan langsung menonjok wajah Adel tanpa ampun "Saya peringatkan sekali lagi, jauhin Marsha dan jangan pernah ganggu kita berdua"
Marsha yang melihat itu lantas menarik bahu Zee dan membawanya pergi dari sana. Adel sudah terkulai lemas dengan beberapa lebam di wajahnya.
Saat sudah di rumah Marsha
"Kamu gausah ngeladenin dia, jadinya luka kaya gini kan" Marsha mengobati luka lebam Zee, dia mengoleskan beberapa obat agar tidak terlalu nyeri
"Pelan-pelan sha itu sakit, lagian saya luka kaya gini yang penting kamu gak kenapa-kenapa" Ucap Zee sambil menatap wajah Marsha yang berada di depannya.
Wajah Marsha fokus untuk mengobati luka Zee, dan Zee yang asik memperhatikan wajah Marsha dari dekat seperti ini.
Kalau boleh, Zee sudah mencium Marsha sekarang tetapi dia sadar Marsha akan merasa risih jika dia melakukannya.
Setelah selesai mengobati luka tersebut, Marsha merapihkan kotak p3k dan mengembalikannya ke tempat semula.
Disinilah mereka, di ruang tamu dengan Marsha yang bersandar pada sofa dengan menonton anime favoritnya. Zee yang duduk di sebelah Marsha sudah merasakan kantuk
Tanpa pikir panjang, Zee merebahkan kepalanya di atas paha Marsha yang hanya memakai hotpants sekarang. "Aku izin ya tiduran disini, ngantuk banget"
Marsha yang terkejut hanya mengangguk saja dan pura-pura fokus kembali untuk menonton anime nya. Beberapa menit kemudian, dia melihat zee yang sudah pulas di atas pahanya.
Dengan keberaniannya, Marsha mengusap rambut Zee dengan lembut lalu beralih ke pipinya. Pemandangan di depannya ini sangat indah.
Pemandangan yang akan dia lihat setiap hari nanti, hidung mancung Zee dan alis tebalnya menambah kesan kesempurnaan.
JANGAN LUPA VOTE
SEGINI DULU YA
