Scaramouche memakai piyama tidur berwarna ungu tua yang diberikan oleh Ei, tentunya ia sudah mandi dikamar mandi bawah. Tidak mungkin ia menumpang mandi dikamar mandi Wanderer ketika pemiliknya sedang merajuk kepada nya. Ia pun mematikan lampu kamar melihat langit semakin gelap, dan hanya menghidupkan lampu tidur dikamar itu. Ia berbaring diatas kasur dan menoleh ke samping.
Ia jadi teringat dengan cerita Ei, Wanderer hampir mati gantung diri disamping tempat tidur yang ia tempati sekarang. Scara mencoba untuk mengabaikan perasaan gelisahnya dan menarik selimut, memaksakan mata nya untuk tidur. Namun ia tidak bisa, ia masih memikirkan Wanderer. Padahal hanya tinggal pergi ke kamar Wanderer yang bersebelahan dengan kamarnya, tapi kakinya terasa enggan untuk bergerak dikarenakan tertekan oleh perasaan bersalah.
Scaramouche pun akhirnya duduk kembali diatas tempat tidur.
Ia memaksakan kaki nya untuk bergerak dan turun dari tempat tidur, pergi keluar kamar dan berjalan menuju kamar Wanderer. Ia ragu untuk mengetuk, tapi ia putuskan untuk tetap mengetuk pintu kamar berwarna biru langit itu.
Tok! Tok!
"Awan... Kau baik-baik saja?", ujarnya, namun tidak ada sahutan. 'apa dia benar-benar sudah tidur? Karena Ei mengatakan ia sudah tertidur tadi.. Apa aku kembali besok saja...?', batinnya, namun entah kenapa tangannya bergerak mencoba memutar kenop pintu. Dan ternyata pintu kamar Awan tidak terkunci.
Scara sedikit ragu, tapi ia tetap mencoba memasukkan kepala nya sedikit dan memeriksa keadaan Awan.
"hiks... Hiks.."
Dan ia mendengar isak tangis. Meski pencahayaan diruangan itu sangat minim karena hanya diterangi sinar rembulan, Scara masih dapat melihat sosok dengan surai biru keunguan itu tengah duduk meringkuk diatas kasur, bahkan bahu yang bergetar itu tidak lolos dari pandangan Scaramouche. Ternyata anak itu sedang menangis, sampai tidak sadar ada yang mengetuk pintunya. Scaramouche pun memutuskan untuk masuk dan menutup pintu kamar Awan. Barulah ketika mendengar suara pintu ditutup, anak itu sadar ada yang masuk ke kamarnya. Tapi ia tetap dalam posisinya, seolah-olah tidak ingin memperlihatkan wajahnya.
"hiks... Siapa..?", ujar Wanderer. "ini aku, Scaramouche...", jawab Scara. Keheningan menyelimuti mereka selama beberapa detik. Scara meletakkan telapak tangannya ditengkuk, ia merasa canggung dan sedikit gugup untuk berbicara. Padahal sebelumnya ia belum pernah seperti ini.
"... Maafkan aku..", ujar Scara, namun yang terdengar dari Awan hanya isakan kecil. Ia sedang ingin sendiri, tapi disisi lain dirinya sangat ingin Scaramouche berada didekatnya.
"maafkan aku, aku yang salah... Aku sudah mendengar masa lalu mu dari ibu mu... Aku tidak menyangka ucapan ku akan berdampak sangat dalam bagi dirimu..", ujar Scara lagi, kali ini Awan menyahut. "hiks... Padahal aku sudah pernah mengatakan pada mu hiks.. Soal kakak ku.. Kenapa kau dengan entengnya berbicara seperti itu..? Hiks.. Seolah-olah nyawamu tidak berarti.. Hiks... Huhuu.. Aku rindu kakak.. Hiks.. Kakak... Hiks..! Kak Kuni-", tangis Awan kembali pecah, ia mengangkat kepala nya dari posisi meringkuk dan menangis sejadi-jadinya, otaknya kembali memutar momen-momen disaat Kunikuzushi masih berada didekatnya, tapi sang kakak tidak pernah kembali lagi pada nya. Tuhan justru mengirimkan seseorang yang mirip dengan kakaknya, namun sayang sekali mereka orang berbeda.
Scaramouche mendecakkan lidahnya. Ia sudah terbiasa menjadi orang jahat, namun tangisan Wanderer membuat sesuatu didalam dirinya tidak terima bahwa Wanderer masih berharap Scaramouche adalah Kunikuzushi. Akhirnya setitik amarah keluar melalui bibirnya.
"SUDAH BERAPA KALI KU BILANG, AKU BUKAN KAKAK MU!", - Scaramouche.
"?!.. m.. maaf... Hiks.. Hiks", - Wanderer.
Wanderer terkejut mendengar Scaramouche membentaknya. Scara pun tersadar ia telah membentak Wanderer. "a-ah.. M-maaf, aku tidak bermaksud untuk membentak mu..!", Scaramouche segera menghampiri Wanderer dan berniat untuk mengelus kepala anak itu. Namun Wanderer menjauhkan kepala nya, ia takut, takut dimarahi oleh orang yang sangat mirip dengan kakaknya. Ia seperti melihat Kunikuzushi lah yang memarahinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Can I Call You Brother? Or... Darling?
FanfictionDalam misi yang diberikan oleh sang ratu kepadanya, Scaramouche menemukan sebuah lubang aneh yang terbentuk dari retakan aliran leyline yang terkontaminasi. Ketika akan pergi melapor, dirinya malah terhisap dan masuk ke dalam lubang aneh itu. Dan te...