(Romance Comedy) #1 ThankYouSeries
Setelah dikhianati sang mantan tunangan, Kasih Mutiara mendapat kesempatan dijodohkan dengan Top Indrawan, direktur utama perusahaan ternama yang menjadi saingan mantan tunangannya.
Dalam rencana balas dendam mengh...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•
•
Di depan sebuah lukisan abstrak, Kasih berdiri memandangi lukisan tersebut sambil bergandengan tangan dengan suaminya. Setelah mengunjungi makam Aleyna, mereka pergi melihat pameran lukisan. Salah satu sepupu Top, Dalmi Indrawan, memajang lukisannya pada pameran seni yang dikunjungi saat ini. Lukisan abstrak di depan mata merupakan hasil karya Dalmi.
Kasih tidak menolak ketika Top mengajaknya ke sini. Ini pertama kalinya Kasih mengunjungi pameran seni lukis. Dia lebih banyak pergi makan, duduk di cafe, atau belanja di mal. Hanya tiga tempat itu. Sisanya tidak ada. Kasih sampai bosan sendiri. Untungnya, Top mengajak ke tempat-tempat baru yang belum pernah dia datangi.
"Mas," panggil Kasih.
"Ya?" Pandangan Top beralih pada Kasih.
"Mas pernah melukis?"
"Belum. Kamu pernah?"
"Belum juga. Mau coba bingung."
"Mau ikut kelasnya Dalmi?" tawar Top.
Kasih meneleng ke samping. Mata berbinar-binar menunjukkan antusias. "Dalmi mengadakan kelas melukis, Mas? Beneran ada?"
"Iya. Kamu mau ikut?"
"Mau, Mas, mau banget." Antusias Kasih ditunjukkan dengan anggukan kepala berulang kali dengan mata berbinar senang. Akhirnya setelah sekian lama punya keinginan melukis, baru sekarang dia berkesempatan mencoba. "Aduh, aku nggak sabar. Pasti seru banget," komentarnya pelan.
Top mengusap kepala istrinya, menarik senyum senang. Tidak disangka Kasih bisa sesenang ini dan menunjukkan wajah penuh kegembiraan. Mungkin ini pertama kalinya dia melihat sang istri sangat senang dan menunjukkan ekspresi yang cukup jarang ditunjukkan Kasih.
"Kamu senang banget, ya? Aku ikut senang, nih, menular dari kamu."
"Iya, Mas, soalnya setiap aku mau coba ikut kelas melukis mantanku selalu larang. Dia bilang bukan bakatku di sana, daripada lukisannya jelek, lebih baik nggak usah coba. Makanya waktu itu aku selalu mengurungkan niat ikut kelas melukis. Sedih kalau ingat kebodohanku nurut-nurut aja sama dia," cerita Kasih dengan nada setengah kesal. Kalau diingat-ingat lagi, mantannya banyak mengatur. Kenapa dia baru menyadarinya sekarang?
"Tenang aja." Tangan kokoh Top mendarat di kepala Kasih, mengusapnya dengan lembut dan penuh kehangatan. "Aku nggak akan bilang begitu atau larang kamu. Lakukan apa pun yang kamu inginkan. Aku senang kamu mau coba hal-hal baru. Aku bangga istriku bisa melakukan apa pun."
Kasih menatap sang suami penuh syukur. "Makasih, ya, Mas."
"Nggak perlu bilang makasih. Udah seharusnya kamu melakukan apa pun yang kamu mau. Selama nggak membahayakan kamu, selama nggak merugikan kamu, lakukan aja semuanya."