(Romance Comedy) #1 ThankYouSeries
Setelah dikhianati sang mantan tunangan, Kasih Mutiara mendapat kesempatan dijodohkan dengan Top Indrawan, direktur utama perusahaan ternama yang menjadi saingan mantan tunangannya.
Dalam rencana balas dendam mengh...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•
•
Kasih mendatangi sebuah restoran bernama Asmara Lover. Di samping restoran tersebut terdapat toko bakery dengan nama berbeda Rindu Cake & Bakery. Kasih tidak berpikir ke mana-mana sampai dia tahu siapa yang menyambutnya dengan senyum lebar, mantan istri Top.
Ini pertama kalinya Kasih bertemu Asmara, si celebrity chef terkenal. Kasih sering melihat Asmara wara-wiri di televisi, memiliki acara memasak dan menjadi juri salah satu acara memasak. Perempuan itu kelihatan sangat cantik meskipun umur tidak lagi muda. Tentunya Asmara ramah, dilihat dari senyum yang terukir di wajahnya sejak pertama kali menyambut.
Mereka duduk di sebuah ruangan khusus yang terbuat dari kayu. Ketika pintu ditutup tidak ada yang bisa melihat mereka dari luar. Tempatnya nyaman dan tenang. Suara dari luar tidak begitu terdengar.
"Akhirnya, ya, kamu bawa istri ke sini. Dari kemarin aku minta kamu bawa nggak pernah diajak." Asmara Soedarjo berucap saat memeluk Top.
"Kami sibuk," jawab Top singkat.
"Kamu sok sibuk."
"Beneran sibuk, As. Kalau sok sibuk pasti Kamayel."
Asmara tertawa geli. "Parah, deh, kamu bawa-bawa orang mulu."
Kasih memperhatikan kedekatan keduanya. Walau sudah cerai mereka berdua tetap akur. Tidak salah, sih, hubungan masih sedekat itu. Mereka menikah dua belas tahun, belum kehitung jangka waktu pacaran sebelum menikah. Kalau tidak salah Asmara merupakan cinta pertama Top. Tidak kaget kalau nanti dia mendengar gosip Top masih mencintai Asmara.
"Hei, Kasih. Akhirnya aku bisa ketemu kamu." Asmara menyapa dengan ramah sambil memeluk tanpa peringatan. "Finally Top punya seseorang untuk menjaga dan merawat dia. Senang bertemu dengan kamu."
Kasih kebingungan, yang berujung membalas pelan. "Senang juga bisa berkenalan dengan Kak Asmara."
"Oh, My! Aku dipanggil kakak." Asmara menarik diri, menatap Kasih dengan wajah senang. "Ya, ampun ... kamu lucu banget. Berasa punya adik baru." Lalu, dia mencubit pipi Kasih.
"Pipi Kasih bukan karet jangan dicubit-cubit, As," sela Top.
Asmara mencibir, "Huh! Kalau kamu yang cubit boleh, kan? Dasar pelit!"
Top segera menarik mundur Kasih sebelum mantannya semakin gemas. Kalau Asmara gemas sama seseorang bisa dicubit sampai merah. Tidak mau membuang waktu lebih lama, Top menarik kursi dan meminta Kasih untuk duduk. Kasih segera menempati kursi yang disiapkan Top. Sedangkan Asmara memperhatikan dengan senyum penuh arti.
"Aku udah siapin makanan pas Top bilang mau ke sini. Makanannya lagi dipersiapkan. Beberapa menit lagi selesai. Jadi tunggu, ya," ucap Asmara.