(Romance Comedy) #1 ThankYouSeries
Setelah dikhianati sang mantan tunangan, Kasih Mutiara mendapat kesempatan dijodohkan dengan Top Indrawan, direktur utama perusahaan ternama yang menjadi saingan mantan tunangannya.
Dalam rencana balas dendam mengh...
Yuk bagusnya kasih vote dulu baru komen yang banyak❤️❤️
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•
•
"Mbak Kasih."
Panggilan dari suara lembut itu memaksa seluruh pegawai divisi legal menoleh. Mereka mendapati Morison berdiri di ambang pintu dengan senyum lebar. Senyum sejenis itu biasanya tidak pernah ditampilkan Morison yang terkenal dingin.
"Waduh! Ada drama segi berapa ini?" celetuk Tiara.
"Mau ngapain lo manggil-manggil Kasih?" tegur Sandra sok galak.
"Mau anter makanan." Morison masuk ke dalam ruangan masih dengan mempertahankan senyum. Tanpa ragu menghampiri meja Kasih dan meletakkan bingkisan yang dia bawa. "Saya bawain untuk Mbak Kasih. Semoga suka, ya, Mbak."
"Apaan, tuh?" Belinda berdiri untuk mengintip. "Nggak lo kasih jampi-jampi biar Kasih nanggepin kecentilan lo, kan?" ceplosnya dengan wajah polos.
Morison terkekeh. "Nggak, dong, Mbak Bel. Saya tulus. Nggak ada jampi-jampi dukun mana pun. Bersih."
"Jangan diterima, Kas. Bisa aja beracun," celetuk Rando.
"Nah, itu! Divisi marketing mana ada yang beneran baik sama kita," timpal Belinda.
"Gue nggak racunin Mbak Kasih, kok. Ini tulus dari hati paling dalam. Bersih dari kuman, bersih dari racun." Morison menepuk-nepuk dadanya dengan segenap hati. Namun, dia kesakitan gara-gara kelakuannya sendiri, yang menyebabkan beberapa pegawai divisi legal menertawakan.
"Gaya lo selangit! Jangan kirim-kirim makanan buat Kasih. Nggak tahu apa suaminya Kasih seganteng aktor?" celetuk Tiara.
Kasih menahan napas. Aduh, dia lupa kalau Tiara melihatnya kencan. Tidak mungkin Kasih pura-pura lupa.
"Lo udah lihat, Ti?" Belinda bertanya paling cepat. Penasaran tingkat dewa. "Ceritain bisa kali, Ti, nggak usah basa-basi biar Mormor tahu diri dan nggak deketin Kasih."
"Gue udah lihat pas kemarin pergi nonton sama pacar dan ketemu Kasih lagi sama suaminya. Sumpah ... suaminya wangi dan rapi banget. Mana tinggi macam tiang listrik. Badannya atletis gitu. Ah, udahlah kalau dibandingin sama lo mah jauh, Mor. Sadar diri aja udah," cerita Tiara.
Kasih bersyukur Tiara tidak bilang mirip Top. Kalau sampai disebut, dia bingung cari alasan dan kebohongan lain. Kasih mengulas senyum, pura-pura malu saat Tiara memberi deskripsi singkat.
"Gue nggak berniat deketin Mbak Kasih. Mau kasih makanan doang, lho." Morison memasang wajah memelas. Memperhatikan Kasih, dia menambahkan, "Mbak Kasih mau terima bingkisan gemas dari saya, kan? Nggak ditolak, kan?"
Sandra segera bangun dari tempat duduknya. Dia berpindah hingga berdiri di belakang Kasih. "Apa, tuh? Cokelat?"
"Iya, Mbak. Oleh-oleh dari kakak saya. Dia baru pulang dari Amsterdam," jelas Morison.