"Makasih ya Vin udah nganterin." Melvin memarkirkan mobilnya di depan rumah Lulu.
"Sama-sama Lu." Melvin keluar dari mobil dan membuka pintu untuk Lulu.
Lulu keluar lalu membuka pintu pagar rumahnya. Ia melambaikan tangannya pada Melvin.
"Aku balik yah..kamu jangan tidur kemaleman." Melvin mengusak rambut Lulu. Lulu hanya mengangguk dan tersenyum. Melvin berjalan kembali ke mobilnya lalu melaju pulang.
Melvin sampai di rumahnya jam 9 malam. Ia langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Melvin baru saja akan naik ke tempat tidurnya ketika melihat lampu kamar Kana masih menyala. Melvin mengambil ponselnya di meja belajar lalu menelepon Kana.
"Na, belom tidur?" tanya Melvin ketika mendengar suara Kana menjawab di seberang sana.
"Belom." jawab Kana pendek.
"Kenapa? gabisa tidur? mau gue temenin?" Tanya Melvin.
"Kesini aja kalau mau nemenin." Jawab Kana lagi. Gorden kamarnya yang tertutup membuat Melvin hanya bisa menerka-nerka apa yang terjadi pada sahabat kecilnya.
"Ya udah gue kesana. bukain pintu. JANGAN LARI." Melvin mengingatkan sahabatnya untuk berhati-hati.
***
Kana membuka pintu depan lalu mempersilahkan Melvin untuk masuk. Kali ini tak ada drama Kana terjatuh ataupun terantuk ujung meja lagi. Melvin mengikuti Kana ke kamarnya. Ia lalu merebahkan dirinya di atas tempat tidur Kana.
"Lo belom tidur gegara nonton Na? gak jadi deh gue temenin." Melvin menggerutu, namun apa yang dikatakannya berlawanan dengan yang dilakukan. Melvin masih berbaring di samping Kana di atas tempat tidurnya yang nyaman.
"Gak tau ini, gak ngantuk-ngantuk aku. Apa minum antihistamin biar ngantuk ya?" tanya Kana, matanya tertuju pada televisi di depan tempat tidurnya.
"Hus! ngaco ah. Sini sambil tiduran. Biasanya kalo sambil tiduran kan lo cepet ngantuk. Nih si bono nih.." Kana menurut pada Melvin. Ia berbaring di samping sahabatnya setelah mengambil boneka kelinci dari tangan Melvin.
"Vin...if one day kita terpaksa misah bakal gimana ya?" Kana menanyakan pertanyaan yang entah datang dari mana.
"Kann... overthinking lagi kan, males ah Na nanggepinnya." Kata Melvin kesal.
"Ih kan IF, Kalau gitu... misal kamu kuliah di Bandung aku di Jogja gitu. Coba cerita, biar akunya tidur kan." kata Kana tak mau kalah.
"Yaa kalo ga ada lo.. gue gak tau. soalnya kan cuma lo yang ngerti gue harus digimanain kalau misal lagi sakit, lagi bete, lagi capek, lagi seneng, apalagi kalo lagi resek." kata Melvin. Kana mengangguk.
"Kalo aku ya.. ga ada kamu.. takut jadi bodoh sih hahahaha." Kana tertawa.
"Apaan deh, lo pinter kok, kan selalu juara kelas. Gak boleh minder ah." Melvin memalingkan wajahnya pada Kana yang masih fokus menatap televisi.
"Udah ya overthinkingnya. Sekarang tidur. Mau gue bawain susu hangat?" tanya Melvin mencoba mengalihkan pikiran Kana yang terlalu berat.
Kana menggelengkan kepalanya. "Gak usah, udah minum tadi, dibuatin Mbak." Katanya.
"Ya udah Tidur sekarang. Besok sekolah. Lusa kita mainan lego lagi ya." kata Melvin. Kana mengangguk. Ia segera menarik selimutnya dan meringkuk memeluk boneka kelincinya.
Tak perlu waktu lama bagi Kana untuk tidur ketika Melvin mengusap - usap keningnya dengan lembut. Hal itu biasa dilakukan mendiang ayah Kana ketika anak bungsunya itu kesulitan tidur atau terbangun di tengah malam karena mimpi buruk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kaerimichi
RomanceMewGulf AU; Kaerimichi Lahir dari keluarga super sibuk membuat Melvin (M ew) dan Kana (G ulf) jadi saling ketergantungan satu sama lain, hingga keduanya sadar akan perasaan masing-masing Inspired by : Kaerimichi by Younha https://open.spotify.com/tr...
