Bahkan puisi romantis pun tidak dapat dirasakan.
Hanya karena teringat memori punggung mu yang aku lihat,
Malam itu.
Kau hanya melintas di depanku saat itu,
Tapi sungguh menyerap semua daya tarik di hadapan ku.
Sayang sekali,
Aku tidak melihat wajahmu.
Aku terlampau gugup.
Walaupun sekilas punggung itu tampak indah.
Kau tampak memesona dengan Jaz hitam sewaktu itu...
Mengesankan bagiku.
KAMU SEDANG MEMBACA
EUNOERTA
Ficção GeralKoneksi Raga dan Rasa. Isi monolog yang terlintas dalam otak di kepala kemudian tercipta aksara yang menjutaikan kalimat Eunoiamerta.
