Rasa ini menggebu.
Terkadang aku ingin juga, tetapi selalu ku sangkal perihal ini itunya.
Aku mau tetapi tidak terlalu.
Aku takut, itu lebih tepatnya.
Aku tau rasanya, tau wujudnya walau tak pernah teraba.
Aku pernah dalam satu waktu merasakan
Kemudian aku menyesal setelahnya
karena tak berakhir bahagia.
Aku sering bertanya,
apa aku terlalu dini, terlalu tidak di tilik hingga tak terlihat?
Namun kemudian aku sadar
Bahwa aku berharga.
Aku harap selalu begitu, sampai pada menemukan bahagia sesungguhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
EUNOERTA
General FictionKoneksi Raga dan Rasa. Isi monolog yang terlintas dalam otak di kepala kemudian tercipta aksara yang menjutaikan kalimat Eunoiamerta.
