Hai hai haiii
Jangan lupa vote dan komen ya...
••
••
••
••
HAPPY READING
Saat ini di Sekolah Menengah Kejuruan, tepatnya di kantin sekolahnya. Axel bersama teman-temannya sedang menikmati makanan mereka. Sebenarnya hanya teman-teman Axel yang memakan makanan mereka sambil bercanda gurau, sedangkan Axel hanya mengaduk-aduk makanannya sambil melihat ke arah salah satu meja kantin.
Axel melihat cewek dengan rambut panjang tergerai sedang menikmati makanannya seorang diri. Diketahui cewek itu merupakan siswi baru yang dipindahkan dari SMA SAKRA Ke SMK RAJASA karena sebuah kasus pembulian.
"Woi Xel! Ngeliatin apa lo sampek segitunya?" tanya Angger salah satu teman Axel.
Axel yang tersadar langsung mengalihkan pandangannya.
"Nggak ada." jawab Axel kemudian melanjutkan makannya.
"Lo suka ya sama anak baru itu? Siapa namanya kemaren...Ave...Avelin? ya nggak sih?" Tebak Dipta mendapat anggukan dari Angger.
"Lo beneran suka sama dia? Orang yang udah buli adek lo. Seriously, dude?"
"Nggak usah sembarangan ngomong lo," bantah Axel setelah mendengar ucapan kedua temannya.
"Gue nggak sembarangan ngomong ye, muka lo noh keliatan banget." ujar Angger meraup wajah Axel membuat Dipta tertawa.
Axel terdiam sepersekian detik."Emang iya ya?"
Angger dan Dipta sontak menjatuhkan rahang mereka mendengar ucapan Axel yang terdengar polos polos bego.
Angger mengelap mulutnya dengan tisu karena mengeluarkan kembali makanan yang belum ia kunyah karena Axel.
"BROOOUH! Lo jatuh cinta?" tanya Dipta menggebrak meja dengan tidak santainya.
"What the hell...lo nggak bercanda kan kali ini? Gue udah seneng banget ini karena akhirnya lo jatuh cinta bro." Angger dengan mata binarnya menatap Axel, antara syok, kagum, heran jadi satu.
"Sebenernya nggak masalah sih, kalau lo suka sama Ave. Gue yakin Hana juga bakal nerima kalau lo jadi sama Ave, kayaknya," ujar Dipta memelankan suaranya diakhir.
"Udahlah Xel trabas aja. Cowok itu harus gantle. Jangan khawatirin tentang lo diterima atau enggak nya, itu urusan nanti. Nyatain perasaan lo secepatnya atau lo bakal nyesel-
Angger menepuk punggung Axel membuat si empu menatapnya.
-Xel, jangan ulangi kesalahan yang sama kayak gue." Lanjut Angger tersenyum.
Dipta tersenyum sendu mendengar kalimat terakhir Angger lalu mengangguk setuju.
"Bener kata Angger." Dipta mengangguk melihat Avelin dan Axel bergantian.
Lakuin atau lo bakal nyesel Xel. Batin Axel meyakinkan dirinya.
Setelah Axel berhasil meyakinkan dirinya, ia melihat kearah tempat Avelin duduk, namun sayang sekali Avelin sudah tidak ada di tempatnya.
Axel celingukan membuat Angger dan Dipta ikut bingung. Dipta yang bingung kemudian menoleh ke tempat Avelin tadi.
"Lah si Avelin mana?" Padahal barus aja tadi ia melihat Ave duduk di sana.
Dengan sedikit kasar Axel berdiri dan berlari ke tempat Avelin yang hanya menyisakan makanannya yang belum habis.
Axel memutuskan untuk bertanya kepada beberapa siswi yang duduk di meja sebelahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAVANKGAS || [ON GOING]
Teen Fiction__________ Beberapa tahun yang lalu, penyerangan brutal di markas Ravankgas menewaskan hampir seluruh anggotanya. Namun, semua orang mengira bahwa Ravankgas telah musnah termasuk generasi pertama yang seharusnya menjadi pahlawan. Dalam kebingunganny...
![RAVANKGAS || [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/273911570-64-k780701.jpg)