Hai hai haiii
Langsung aja cusss...
•
*
•
*
•
*
•
"Pada kenyataannya, berjalan menuju masa depan lebih sulit ketimbang melupakan masa lalu yang nyatanya sudah terlewati."
_Kakak ganteng_
HAPPY READING
"KAVAAAA!!"
Teriakan dari Hana menggema diseluruh penjuru markas utama. Membuat para penghuninya berjengit kaget dan menghembuskan nafas lelah.
Mereka sedang melihat duplikat kucing dan tikus yang saling mengejar dan saling meneriaki satu sama lain.
"APAA?!" Balas Kava masih sambil berlari dan berhenti lalu naik ke atas kursi panjang yang sedang diduduki beberapa anggota Ravankgas.
Sebenarnya mereka sedang berada di taman depan markas sekarang. Cuaca yang sejuk membuat mereka duduk di luar.
Dua pasang mata itu saling memelototi satu sama lain. Hana sungguh sangat kesal dengan ulah Kava yang diluar nalar dan akal manusia.
Bagaimana tidak, Kava mengganti spion mobil Hana yang sebelah dengan spion kecil untuk motor. Kebayangkan yang satunya besar dan satunya lagi kecil. haah....
"Balikin spion mobil gue!" Saking kesalnya Hana tanpa sadar menghentakkan kakinya marah seperti anak kecil.
"Kok lo lucu, Han." Kata Azriel yang baru datang dan langsung menghampiri tempat di mana kava berdiri.
Hana mendelikkan matanya menatap Azriel yang justru membuat semua orang tertawa.
Melihat perhatian Hana teralihkan Kava menggunakan kesempatan itu untuk melangkah pergi tapi...
"Mau kemana lo?" Fokus Azriel kembali lalu menarik tudung hoddie Kava membuat sang empu terhuyung ke belakang.
"Zriel~ Kali ini aja pliiis lepasin gue, ya?" Ujar Kava menatap Azriel dengan memelas.
"Bagus Zriel. Serahin dia ke gue sekarang," suruh Hana berjalan mendekati keduanya.
"Zriel, demi alek zriel lepasin gue, woy. Ini demi masa depan gue zriel,"
Kava berusaha melepaskan cengkraman Azriel pada tudung hoddienya tapi tetap tidak bisa.
Azriel mendongak menatap Kava karena Kava masih berdiri di atas kursi menatapnya dengan tatapan anak kucing. Azriel balik menatap Hana yang masih berjalan kearahnya dengan senyuman iblisnya.
"Aku mendapatkanmu adik kecil," Gumam Hana berhenti di samping Kava dengan seringaianya yang membuat Kava bergidik ngeri.
"Sini lo!"
"Nggak mau!"
"Siniii!"
"Eits nggak kena wlee~" ejek Kava saat Hana tidak bisa menangkap tangannya karena ia bersembunyi di belakang Azriel dengan tudung hoddie yang masih dicengkram Azriel.
"Zriel..." ucap Hana penuh makna ke arah Azriel.
Kava sedikit menjauh bahkan kakinya yang satu sudah turun melangkahi sandaran kursi yang terbuat dari semen itu.
"Sini lo bociiiil!!"
"Waaa! WAAAAA! WOY LEPASIN WOY! AZRIEL GWOOOBLOK!"
Kava terus memberontak agar cengkraman Azriel terlepas darinya. Hana ikutan naik ke kursi tangannya beralih memegang hoddie Kava tapi malah hanya talinya yang tertarik membuat...
KAMU SEDANG MEMBACA
RAVANKGAS || [ON GOING]
Fiksi Remaja__________ Beberapa tahun yang lalu, penyerangan brutal di markas Ravankgas menewaskan hampir seluruh anggotanya. Namun, semua orang mengira bahwa Ravankgas telah musnah termasuk generasi pertama yang seharusnya menjadi pahlawan. Dalam kebingunganny...
![RAVANKGAS || [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/273911570-64-k780701.jpg)