Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kamu tidak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan teruslah melangkah"
Saat bangun tidur dia terkejut saat melihat ibunya terbaring lemas, baju yang tadinya putih kini sudah penuh dengan darah ibunya. Cyza juga sangat panik saat melihat ibunya kesakitan sambil memegang perutnya.
"Siapa pun tolongin ibu buka pintu nya hiks hiks"
Kini emery dan Stepan sudah berada di depan gudang, dan langsung membukanya bukannya merasa khawatir emery dan stepan malah menatap datar keduanya.
"Dasar merepotkan" Celetuk emery
Tiba-tiba ada 2 orang masuk kedalam gudang sambil membawa sesuatu tapi cyza tidak tahu apa itu.
Diambang pintu gudang cyza merasa lega karna nenek dan ayahnya membuka pintu gudang nya. Kaki kecilnya berjalan ingin menghampiri ibunya tapi tangan nya sudah di cekal oleh emery sambil menyeret nya keluar.
"Lepasin nek cyza ingin menemani ibu" Ujar cyza sambil terus memberontak
"Heh anak sialan lebih baik diam saja dari pada ibumu mati"
"Tapi cyza ingin menemani ibu"
"Memangnya bocah seperti mu bisa apa hah" Bentak emery sambil menjambak cyza yang kini terisak kecil
Lalu menyeret paksa keluar dari gudang. Entah apa yanga kan ia lakukan pada gadis kecil itu.
"Aku menyesal telah menikah kan anakku dengan ibumu"
"Apa ibu membuat kesalahan yang besar sehingga kalian menyiksa kami seperti ini"
Kali ini aku kembali terdiam melihat pantulan diriku di cermin, aku menarik napas dalam.
"Sudah sejauh ini ya? " Tanyaku pada diri sendiri
Cyzarine ksenia alyona gadis kecil itu kini sudah berusia 18 tahun, dia memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan nya.