CERITA mereka dibalik layar. [CANON]
Cuman kumpulan oneshoot sunsun. Tapi bisa jadi twoshoot atau jadi short chapters.
ENJOY YOUR READING,
SEMUA YANG ADA DALAM BOOK INI HANYA FIKSI / IMAGINE DAN TIDAK RELATED DENGAN REAL LIFE
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
.
.
MINGGU PAGI Sunghoon, Wonyoung dan Sunoo sudah rapi. Sunghoon menggeret koper istrinya lalu ia angkat dimasukkan dalam bagasi mobil, sementara sunoo sudah duluan masuk ke dalam mobil duduk di jok belakang.
"Tidak ada lagi yang ketinggalan ?" Tanya Sunghoon pada istrinya.
"Tidak ada, ayo kak"
Sunghoon mengangguk lalu berjalan memutari mobilnya membuka pintu di tempat kemudi, dan Wonyoungpun sudah duduk di samping nya. Hari ini mereka bertiga akan berangkat ke Bandara, lebih tepatnya sunghoon dan sunoo mengantar Wonyoung ke bandara karena wanita itu akan melakukan perjalanan bisnis bersama para sesama designer ke Singapura untuk beberapa hari.
Di perjalanan tidak banyak percakapan di antara mereka bertiga hanya sesekali Wonyoung bertanya pada Sunghoon dan Sunoo tentang oleh oleh apa yang mereka mau.
Wonyoung mengusap lembut tangan suaminya membuat sunghoon menoleh ke samping.
"Ada apa ?"
"Boleh ga satu tangan kakak aku genggam ?"
Tanpa bersuara lagi sunghoon menurunkan ssbelah tangannya lalu menyerahkan telapak tangannya untuk digenggam istrinya sementara satu tangan lagi menyetir mobil. Sunghoon mencuri curi pandang lewat kaca spion di atasnya melihat reaksi sunoo. Pandang mereka bertemu sesaat, sampai sunoo memutus kontak memilih memandang keluar jendela.
"Kak Sunghoon"
"Hmm"
"Maaf ya, anniversary pertama kita aku malah tidak ada"
"Tidak apa apa"
"Aku janji, setelah aku pulang dari Singapura, kita rayakan bersama ya, meski telat beberapa hari" Wonyoung memeluk lengan sunghoon dari samping.
"Hmm iya, lepas aku kesusahan menyetir"
"Maaf, hehe. Suamiku semakin tampan jika dilihat seperti ini"
"Aku memang tampan dari lahir" Jawab sunghoon datar.
"Hhh aku pasti akan merindukan mu" wonyoung kembali mengusap telapak tangan sunghoon lalu membawa genggaman itu ke pipinya.
Semua adegan manis tadi tentu tidak luput dari pandangan sunoo yang sedari tadi duduk diam di jok penumpang. Hatinya dongkol tentu saja melihat kekasihnya disentuh sentuh seperti itu. Katakan sunoo tidak tau diri, karna ia sedang mengiri pada pasangan sah di depannya. Yah meski Sunghoon terlihat pasif, namun ia tetap kesal melihat pria tiga puluh tahun itu hanya diam dan tak menolak.