CERITA mereka dibalik layar. [CANON]
Cuman kumpulan oneshoot sunsun. Tapi bisa jadi twoshoot atau jadi short chapters.
ENJOY YOUR READING,
SEMUA YANG ADA DALAM BOOK INI HANYA FIKSI / IMAGINE DAN TIDAK RELATED DENGAN REAL LIFE
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sejak Sunghoon dan Sunoo menjadi bintang short film yang berdurasi 30 menit itu kini banyak endorsement yang masuk, bahkan brand pakaian dalam mulai mengajukan kontrak untuk mereka untuk menjadi modelnya. Sunghoon dan Sunoo kaget tak menyangka bisa sebooming ini mereka berdua dan Sakura sebagai boss mereka tentu bangga dan senang melihat impact sunghoon dan sunoo berikan. Sunghoon dan Sunoo menyetujui kontrak baru untuk menjadi model pakaian dalam salah satu brand yang baru merintis juga. keduanya menjalani beberapa kali photoshoot untuk underwear dan boxer, dan setelah beberapa hari kemudian hasil photoshootnya keluar dengan bagus, berkat skill modeling mereka yang memang bagus jadi membawa impact yang baik juga.
"saya suka hasil dengan hasil photoshoot kalian" celetuk Sakura, membuat Sunghoon yang berlari di treadmill menoleh ke samping wanita itu yang juga berolahraga di alat yang sama. keduanya tak sengaja bertemu di tempat gym.
"ah terimakasih ma'am sebenarnya saya juga kaget lihat hasilnya sebagus itu" sunghoon terkekeh malu,
"begini mending kamu berhenti bekerja di Bar itu"
"gak apa-apa ma'am saya udah nyaman juga kerja di bar"
"bukan masalah nyamannya sunghoon-ssi, mulai sekarang kamu akan lebih banyak job dan belum lagi klien kamu sudah hampir tiap malam yang berdatangan dan rata-rata bukan wanita biasa. pahamkan ?" sakura sedikit mengecilkan suaranya ingat mereka ada di tempat umum.
"jadi saya mau kamu fokus bekerja di tempat saya saja sunghoon, lagian uang yang dapatkan juga sudah lebih dari cukup kan ?"
Sunghoon mengangguk membenarkan, sekarang uangnya sudah lebih dari cukup, bahkan satu bulan yang lalu ia pindah ke apartemen yang lebih besar, dan disewa pertahun cukup peningkatan yang begitu pesat dalam waktu tiga bulan belakangan ini sejak ia bekerja di Flame rises house. sekarang sunghoonpun sama seperti sunoo menjadi golden card sakura atau kesukaan para klien yang datang. tak hanya tidur bersama mereka biasanya juga sering menamani kliennya untuk menghabiskan waktu bersama seperti seharian berjalan-jalan dan selalu berakhir di hotel untuk sebagai penutup.
"Ma'am saya pulang duluan ya ?" Pamit sunghoon pria itu sudah turun dari treadmill yang sudah ia matikan,
"buru-buru amat, mau kemana ?"
"saya udah dari tadi di sini ma'am jadi saya duluan"
"oke kalau begitu, sampai ketemu nanti sunghoon-ssi"
Sunghoon mengangguk meninggalkan senyuman singkat sebelum keluar dari ruangan olahraga itu,
sunghoon sudah rapi dengan setelan kaos putih dibaluti jaket denim dan celana senada berdiri di depan apartemen seseorang yang beberapa bulan belakangan ini sering ia kunjungi. senyumnya semakin lebar saat sang tuan rumah sudah membuka pintu, di sana sunoo sudah berdiri dengan setelan rapi kemeja putih kebesaran, celana jeans oversize dan topi biru pastel menutupi rambut blondenya, sunghoon lagi lagi di buat jatuh cinta oleh pemuda yang dua bulann ini sudah menjadi kekasihnya,