Halloww. Huhuuu akhirnyaaa (╥﹏╥) Tapii, ini belum akhir dari akhirrr :)
•
•
•
Dan untuk pertama kalinya juga, Fanca menjadi imam di keluarga Canfa. Sungguhh, hari ini adalah hari yang benar-benar berarti bagi Canfa dan Fanca.
Sungguh, hari ini. Benar-benar jum'at berkah, bagi merekaa!
{CnF}
Setelah cukup lama berbincang, akhirnya Fanca meminta izin kepada keluarga camer nya itu, untuk segera pulang kerumahnya. Canfa pun mengantarkan nya, sampai di depan rumah.
"Hm, fann.. Kalau aku jawab iya untuk ajuan kamu tadi, gimanaa??" Tanya Canfa perlahan
"Aku bakalan lamar kamuu, dan nikahi kamu secepatnyaa! Tapi, simpan dulu jawaban ituu oke?" Jawab Fanca
"Jadii.. Bener kata ayahh?? Kalau kamu bakalan nikahi akuu, tak lama setelah kita luluss?"
"Iyaaa.. Udah dulu yaa nyonya Canfa Az Zirdnaa!" Gumam Fanca dengan nada dimain-mainkan
"Hihihiii, siapp.. Tuan Fanca Az Zirdnaa! Ehh, nanti berarti nama belakang aku ganti dongg"
"Iyaa nyonya Az Zirdnaa"
Mereka pun mulai mengakhiri percakapan antara mereka, dan Fanca juga langsung berjalan menuju rumahnya yang terletak tidak jauh dari sana.
Setelah menempuh beberapa menit perjalanan, akhirnya Fanca sampai di rumahnya.
"Assalamu'alaikum.."
"Wa'alaikumussalam, gimana Aa??"
Pertanyaan dari sang Abi, yang membuatnya terkejut seketika.
"Ehh abi udah pulangg.."
Fanca pun mulai mencium telapak tangan kanan sang Abi.
"Gimana tadi Aa, lancarr??"
"Lancar lahh.. Orang Aa berangkatnya pas shalat Jum'at, pulangnya jam seginii, yakann Aa??" Saut Umi
"Iyaa Umii, alhamdulilah lancar Abii"
"Alhamdulillah.. Akhirnyaa Canfa sudah tauu"
"Hehee, iya bii!! Alhamdulillah.."
Akhirnya, semuanya yang kini telah mereka sembunyikan pun mulai terbongkar. Namun, kini Fanca malah berfikir sambil melamun apakah Canfa akan menerimaku? Begitulah kira-kira isi fikirannya.
Brukk
"Ehh.."
Tiba-tiba saja, suara tutupan pintu yang begitu keras, mulai menghamburkan lamunannya.
"Ihh.. Angin" Kesal umi
"Shutt, udaah.. Gausah marah-marah sama pintuu!"
"Hm, iyaa!!"
Fanca yang melihat obrolan antara kedua orang tuanya itu, hanya bisa tertawa kecil.
KAMU SEDANG MEMBACA
CnF
Fiksi Remaja"Canfa Hauratun Nisa!" "Yaa.." "Maukah kamu menjadi bunda dari anak - anak kita? Biarkan aku menjadi ayah mereka!" Blush~ Lelaki yang selama ini ia cintai secara ugal-ugalan tiba-tiba melamarnya menggunakan kata-kata yang sangat menyentuh hatinya. B...
