Halloww. Dari judul yang kalian baca di atasss, kalian udah bisa nebak belumm.. gimana kisah CnF selanjutnya? Mangkanya biar ga bingung² lagii, ayoo bacaaa.
•
•
•
Dirumah Fanca
Setelah sekian lama Fanca bengong menatap langit-langit tembok kamarnya, bengongan itu dihapuskan oleh suara bukaan pintu kamarnya.
Ceklek
"Assalamu'alaikum a" Salam dari Abi dan Umi secara bersamaan
"Wa'alaikumussalam Abi, Umi"
"Abi udah pulang? tumben Abi sama Umi kesini?" Lanjut Fanca
"Ada yang mau Abi sama Umi omongin sama kamu! Ini penting!" Ucap Abi
"Ngomong apa Abi?"
"Jadi gini a, mungkin kamu tadi bingung sama pertanyaan dari Umi kan?"
"Hm, iya Abi"
"Biar Abi jelasin!"
"Jadi gini a, maksudnya omongan Umi tadi itu perihal perjodohan yang kami jalankan untuk kamu a, jadi sebenarnya kami sudah punya jodoh pilihan kami untuk kamu!" Jelas Abi
Fanca hanya terdiam dan melongo ketika mendengar apa yang Abinya jelaskan itu.
'Hahh!! Umi sama Abi udah punya pilihannya buat gw!!' Isi hati Fanca
"Hm, Abi ga bercanda kann??" Tanya ulang Fanca
"Engga!!" Jawab Abi
Tak ada yang bisa Fanca ucapkan lagi, omongan Abi nya itu benar-benar membuat dia terdiam.
"Memang, siapa jodoh pilihan Abi dan Umi untuk aku??"
"Canfa, Canfa Hauratun Nisa.. Itu nama lengkapnya, dia itu anak dari sahabat Abi, nak!" Kata Umi
Blush
Bagaimana tidak syok, jodoh pilihan orang tuanya adalah orang yang selama ini ia cintai dalam diam sejak lama.
Rasanya seperti sudah meninggal dan sekarang berada di surga, rasa yang selama ini ia simpan baik-baik dengan izin Allah mereka akan disatukan dalam ikatan yang halal, yaitu ikatan antara Suami dan Istri.
Rasanya saat itu Fanca ingin sekali berteriak, dan memberitahu seluruh dunia, jika masa depannya adalah orang yang ia sukai.
Yang Abi dan Umi lihat, Fanca nampak biasa saja dengan senyuman tipis di bibir pinknya. Namun, yang sebenarnya ia rasakan sangat benar-benar tidak bisa diluapkan hanya oleh kata-kata saja.
"Aa gapapa kann? a..??" Tanya Umi
"G-ga-gapapa Umii"
"Kamu ga keberatan kan??" Ucap Abi
"Engga bi, aku ga keberatan"
"Kapan perjodohan itu akan dimulai bi??" Tanya Fanca
"Saat kamu lulus sma nanti" Jawaban singkat dari Abi
Fanca benar-benar tidak sabar untuk menunggu dirinya dan Canfa sama-sama lulus sma.
Keesokan harinya
Pagi ini adalah hari kamis, disekolah mereka disetiap hari kamis dibiasakan untuk mengaji selama -+ 2 jam, baru setelah itu mereka belajar dan itupun mereka laksanakan di aula.
Disaat yang lain fokus mengaji, Canfa malah fokus memperhatikan Fanca yang berada dihadapannya, yang sedang mengaji.
Sebenarnya barisan putri dan putra dipisah, namun kebetulan Fanca berada di barisan paling belakang putra, dan Canfa berada di barisan paling depan putri.
KAMU SEDANG MEMBACA
CnF
Fiksi Remaja"Canfa Hauratun Nisa!" "Yaa.." "Maukah kamu menjadi bunda dari anak - anak kita? Biarkan aku menjadi ayah mereka!" Blush~ Lelaki yang selama ini ia cintai secara ugal-ugalan tiba-tiba melamarnya menggunakan kata-kata yang sangat menyentuh hatinya. B...
