PROLOG

1.7K 95 18
                                        

TANDAI TYPO GAYS!!
-
-
-
-

Terdengar suara gemuruh petir dan air hujan yang turun begitu deras, sehingga membuat tanah tenggelam karena air hujan. Udara yang kini terasa sangat dingin dan malam yang terasa mencekam, bahkan bulan pun tidak bisa terlihat karena tertutup oleh awan hitam.

Tidak ada sumber cahaya yang menerangi jalan nya, ia terus berlari dengar rasa ketakutan yang sangat besar jika pun dirinya berteriak itu tidak akan bisa menyelamatkannya. Tidak akan ada orang yang mendengar suaranya karena suara petir yang berbunyi tak ada hentinya, dengan napas yang terengah-engah perempuan itu terus berusaha berlari sekuat tenaga tidak peduli dengan keadaannya sekarang.

Saras Nalini, seorang guru di Enigma High School terus berlari tertatih-tatih untuk menyelamatkan dirinya dari sosok yang kini masih mengejarnya dari kejauhan, ia memegangi kepalanya yang kini mengeluarkan darah segar karena dipukul oleh sosok yang mengejarnya. Detak jantung yang kini berdegup sangat kencang , perempuan itu berusaha untuk mencari tempat bersembunyi.

Setelah melihat sebuah gudang di belakang sekolah ia langsung masuk kesana, tapi sebelum masuk perempuan itu melempar sebuah buku yang dari tadi di pegangnya ke arah semak belukar di samping gudang tersebut. Saras menutup mulutnya rapat-rapat dengan tangan agar tidak menimbulkan suara kini ia hanya memasrahkan hidupnya kepada sang pencipta.

"Jika kau mengijinkan aku memberitahukan kebenaran ini, maka tolong selamatkan aku dari kejaran psikopat itu," batinya. Saras terus merasakan sakit yang hebat di kepalanya, perempuan itu berusaha untuk tetap sadar karena penglihatan sudah mulai terlihat kabur.

Kini tubuhnya menggigil ia hanya bisa duduk bersembunyi di belakang barang-barang yang ada di gudang. Perlahan terdengar suara sayup-sayup langkah kaki yang semakin lama semakin terdengar jelas. Itu membuatnya semakin ketakutan dan memejamkan matanya, berharap psikopat itu tidak dapat menemukan nya.

"Jika ibu mati di sini, ibu harap kalian dapat mencari tahu siapa pelakunya serta menemukan petunjuk di dalam buku yang sudah ibu tulis," batin saras. Perempuan itu terus berdoa dan berdoa.

Pintu gudang yang perlahan terbuka, menampilkan sosok orang yang memakai topeng untuk menutupi wajahnya. Serta membawa tongkat baseball yang sengaja diseret menyentuh lantai, sehingga menimbulkan suara yang membuat Saras semakin ketakutan.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Psikopat itu terus mendekat perlahan ke arahnya. Pada akhirnya psikopat itu berhasil menemukanya seketika tubuh Saras seakan mati rasa bahkan jantungnya seperti berhenti sejenak. Psikopat itu tersenyum menyeringai, tanpa aba-aba tongkat baseball melayang ke arah tubuh saras yang sudah melemah. Tentu saja pukulan keras tadi membuatnya terbaring di lantai.

Namun, tidak sampai disitu psikopat itu tidak akan berhenti sebelum mangsanya mati. Ia langsung menarik paksa rambut saras. "Kalo lo, gak ada niatan buat bocorin semuanya mungkin ini semua gak akan terjadi." Setelah mengatakan itu psikopat itu langsung menghantamkan kepala saras ke arah tembok.

"Jika lo mau bunuh gue bunuh aja, tapi asal lo tau semua kejahatan lo pasti akan terungkap walau gue mati," lirih saras. Kini kemeja berwarna putih yang ia kenakan sudah berubah warna karena terkena cairan berwarna merah kental yang terus saja keluar dari tubuh saras. Kesadaran hampir hilang, bahkan kini ia sudah tidak bisa bergerak walau hanya sekedar membuka matanya.

"Yakin?" ucap psikopat itu.

Psikopat itu membenturkan kepala saras tanpa ampun ke arah tembok dengan brutal, dan pada akhirnya wanita itu sudah tidak bisa bertahan lagi, kesadarannya telah hilang, jantungnya berhenti berdetak dan akhirnya saras menghembuskan napas terakhirnya. Di gudang itu, dengan kondisi sangat mengenaskan.

Setelah melihat bahwa mangsanya tidak lagi bernapas, psikopat itu merasa sangat puas dan ia langsung membopong tubuh saras yang sudah tidak bernyawa ke lapangan Enigma High School.

"HAHAHAHA, dengan begini, semua orang mengira bawa lo bunuh diri dengan cara melompat dari atas geduh EHS." Psikopat itu tertawa puas. Ia meletakan sebuah permen batang dan bangkai kelinci di samping jasad Saras, dan langsung menghilangkan jejaknya di gudang agar tidak ada bukti jika Saras mati karena dibunuh olehnya.

***

Hai gimana sama Prolognya?

Kalian kalo jadi Bu Saras Nalini bakal ngelakuin apa?

Langsung aja ramaikan cerita ini, jangan lupa komen sama klik tombol bintang kecil di pojok kiri bawah ya😉

Satu lagi follow akun ini, agar nanti dapet notif pas update🤫

Salam hangat
Author

SECRET DEATH CODE (Hiatus Sementara) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang