SDC||OS2A+O+H2+HO3+O2H+HO+O2H+O4?

445 27 4
                                        

TANDAI TYPO! !

Artafa yang kini masih berdiri di area danau EHS, tanganya masih memegangi sebuah pin emas berlambang bintang milik Lais yang baru saja iya temukan. Begitu banyak pertanyaan di benaknya, apa benar pelakunya adalah Lais? Dirinya bingung kenapa pin cowok itu bisa ada di sana, padahal sudah jelas dia tidak melihat Lais tadi.

"Baru kali ini seorang perundung mati dengan tragis," ucap seorang cewek dari arah belakang Artafa, hal itu membuat cowok itu terkejut dan langsung dengan cepat memasukkan pin yang di pegang ke dalam saku celananya.

"Dari mana lo tau kalau dia perundung?" tanya Artafa yang langsung berbalik badan menatap cewek yang kini sudah di depanya.

"Kemarin gue liat dia lagi ngebully anak stupid, dan dia bener-bener kejam tapi yang lebih kejam adalah sekolah ini membiarkan tindakan bullying gitu aja, seakan akan hal itu biasa aja," ucap kala, sambil berjalan melewati Artafa dan kini gadis itu berdiri tepat di depan garis polisi.

"Apa lo tau siapa pelakunya?"

"Kenapa lo tanya gue? Kalau gue tau udah gue laporin ke polisi tadi," ucap kala, yang masih fokus menatap ke arah danau.

"Gimana kalau sebenarnya lo pelakunya?" ucapan Artafa itu langsung membuat Kala berbalik badan dan menatap tajam laki-laki di depannya.

"Loh, kok jadi nuduh gue!"

"Lo sendiri kan yang bilang, kalau lo gak suka sama perundung jadi bisa aja kan," ucap Artafa dengan menaikan sebelah alisnya.

"Sebelum nuduh orang, tunjukkan buktinya dulu dan jangan lupa intropeksi diri dulu, gerti!" ucap Kala menepuk dada bidang Artafa dan pergi menjauh. Artafa menyipitkan matanya terus menatap ke arah Kala yang perlahan hilang dari pandangannya.

Hari ini, Enigma mendapatkan banyak masalah dari mulai tersebarnya kasus Saras. Dan sekarang malah bertambah kasus kematian seorang siswi. Tentu saja hal itu membuat para dewan guru menjadi pusing terutama untuk Simon selaku wakil direktur di Enigma High School.

"Pak, ini bagaimana tentang video yang tersebar?" ucap simon, yang kini sedang berbicara dengan seseorang melalui telepon di ruangan nya.

"Masala akun yang sebar video itu biar saya yang urus, lain kali kamu jangan teledor! Hampir saja nama Enigma tercoreng!" ucap pria itu marah-marah.

"Ya saya minta maaf pak, lain kali saya akan lebih hati-hati," Setelah simon mengucapkan kalimatnya sambungan teleponnya langsung terputus.

Suara sorak-sorak para murid terdengar sangat menggema dari arah lapangan, terlihat hampir seluruh murid berkumpul di lapangan. Sebagian dari mereka membawa selebaran yang bertuliskan usut tuntas kasus Bu Saras Nalini, ada juga yang berteriak-teriak menggunakan alat pengeras suara.
Tentu saja hal itu membuat Simon dan para dewan guru segera keluar dari ruangan nya dan melihat keadaan di luar.

"USUS TUNTAS KASUSNYA, INI KASUS PEMBUNUHAN BUKAN PERCOBAAN BUNUH DIRI!!" mereka semua terus saja berteriak, tujuan mereka melakukan aksi demo agar ada titik terang atas kasus yang sedang terjadi, apa lagi perihal kasus kematian Selina tadi pagi.

Disaat para murid lain melakukan aksi demo, Artafa dan anak kelas prestasi lainya hanya memperhatikan dari lantai  dua saja. Mereka ingin tau apa yang akan dilakukan pihak sekolah jika para murid sudah melakukan aksi demonya, semua ini adalah rencana Artafa dan teman-temannya mereka yang menyuruh untuk para murid melakukan aksi demo.

SECRET DEATH CODE (Hiatus Sementara) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang