03

19 3 0
                                        

guys, aku ubah sudut pandangnya dari sudut pandangan orang pertama ke sudut pandangan orang ketiga yaa.


AL-QUR'AN SEBAIK2NYA BACAAN.

       "Kondisi Pak Gilang kritis, transplantasi jantung harus segera dilakukan."

Zhe mencengkram kuat kepalanya yang tertutupi jilbab. Menatap sekitar saat dia sendiri tidak tahu berada di mana karena telah berjalan tak tahu arah.

"Gue minta 50 juta si," sayup, Zhe mendengar perbincangan perempuan-perempuan yang minim kain.

"Om-Om bayaran lo emang gak main-main tajirnya." perempuan yang baru dikatakan itu menyibakkan geraian rambutnya.

"Padahal kalo gue masih per*w*n kayaknya 200 juga di kasih Fi." mereka tertawa namun tidak sadar bahwa dialog singkat itu masuk ke dalam kepala perempuan yang hampir putus asa itu.

Zhe yang tadi sedang menunduk dan terduduk tak jauh dari mereka akhirnya beranjak, berjalan mendekati dua perempuan dengan pikiran yang dia sendiri tak paham.

"Berapa bayaran untuk yang masih per*w*n?" mereka tersentak, menatap Zhe dari ujung kaki sampai kepala.

"Berapa bayarannya?" mereka saling bertukar pandang tidak menjawab pertanyaan Zhe.

"Apakah angka yang tadi kalian bilang itu,- 200 juta?" mereka kembali diam. "Kemana harus cari target untuk membayar itu?"

"Lo gila?" salah satunya menyautinya sambil menatap tak percaya. "Apa gue harus menawarkan diri di tempat itu?" tanya Zhe sambil memandang sebuah tempat minim cahaya dengan campuran lawan jenis yang mulai memenuhi.

Tak kunjung mendapatkan balasan, Zhe memilih untuk beranjak dan memberanikan diri menuju tempat itu. Ekor matanya tak sengaja bersitubruk dengan laki-laki yang sama sedang menatap tempat itu dengan pandangan kosong.

"Lo gila?!" perempuan yang tadi bersamanya berlari menghampiri, dia menyentak tangan Zhe agar menjauh dari tempat itu.

"Gue lebih gila kalo gak dapet uang itu!" balas Zhe tajam dan mencoba melepas cengkraman tangannya.

"Gue tahu lo bukan perempuan kayak kita, kita rusak tapi bukan berarti pengen liat orang lain rusak juga." katanya tajam.

"Lo mau buang per*w*n lo demi yang 200 juta?!" Zhe menatap sengit perempuan itu.

"Karena gue masih per*w*n, makanya gue mau ngelakuin ini! Uang 200 juta yang lo bilang itu, bisa aja jadi penukar nyawa untuk seseorang!" teriak Zhe membuat mereka terdiam. Tak sadar, bahwa dialog mereka disaksikan oleh manusia yang sejak tadi berdiri tak jauh dari sana.

***

      Zhe merasakan tubuhnya melemas, pasang mata bahkan menatapnya mengintimidasi. Baju yang dia kenakan memang terlihat mencolok di tempat seperti ini. "Mau pengajian Bu?" Zhe mencoba untuk menulikan telinga sebelum memberanikan diri lebih memasuki tempat yang dia janjikan menjadi tempat pertama dan terakhir untuk di kunjungi.

Zhe berdiri tepat diriungan laki-laki yang sedang menikmati cawan anggurnya. Kanan dan kirinya di apit oleh perempuan yang bahkan membuat dia merasa malu sendiri.

"Siapa yang paling kaya diantara kalian?" mereka saling bertukar pandang sebelum menatap Zhe dan tertawa.

"Gue tanya serius." ucap Zhe menajam membuat mereka mulai menatapnya kembali. "Setidaknya lo belajar dulu gimana pakaian untuk menggoda." satu laki-laki di antara mereka.

"Lo mau ke pengajian atau gimana?" tambah teman-temannya. Ada lima laki-laki yang berada di sana. Salah satunya hanya menatap Zhe tanpa kata.

"Bahkan kayaknya lo juga masih belum bisa cium*n kan?" ingin sekali Zhe mencakar wajahnya untuk saat ini.

ZhefayaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang