15. Senin penuh Kejutan.

275 11 2
                                        

    _______________

Hari ini dimulai lagi dengan munculnya hari Senin di kalender. Lilly yang lagi bersiap siap itu ngecoret satu tanggal baru di bulan ini, dengan semangat keluar kamar, ngambil bekal dan pamit ke Mama cantiknya.

Sedikit utak-atik handphone sebentar sebelum geser tombol hijau yang muncul disana, nama kontaknya 'Lintang'.
"Lo berangkat sama Jeka dulu ya." Satu kalimat itu, bener bener buat mood Lilly super duper buruk, mana belum baikkan, nama seseorang yang Lintang sebut tadi udah muncul di hadapan. Sambil ngasih jaket jeansnya dan helm warna beige.

"Ayo, naik, tuan putrinya Lintang."

"Nyebelin!" Balas Lilly, Jeka ketawa kecil dengar itu. Lilly ngelilit jaket di pinggangnya, lalu menaikkin motor Jeka yang tinggi.

"Jangan bete gitu ah." Kata Jeka Sebelum berangkat dan dibalas anggukan acuh Lilly. Gak ada obrolan, cuma hati Lilly yang ngegerutu aja sapanjang jalan.

Keyzha hari ini udah sembuh dari sakit demamnya. Jadi, di jam 6 pagi Keyzha udah duduk di depan cermin kamarnya untuk pakai skincare, di lanjut make-up tipis-tipis.

"Kak." Ada panggilan sang Mama di depan kamar, spontan Keyzha agak lari buat buka pintunya.

"Iya. Ma." Jawab Keyzha.

"Ada temen kamu di bawah."

"Hah Siapa? Yelvi?" Keyzha heran, teman temannya jarang ada yang mampir ke sini, apa lagi kalau sampai pagi pagi buat berangkat bersama.

"Yelvi mah rumahnya juga lumayan jauh kali kak." Balas Mamanya.

"Ini yang kemarin jenguk kakak sama mama titipin Surat itu." Sebentar, "Yuda?!" Kaget Keyzha. Ada apa gerangan sama sepupu temannya itu.

"Nah iya, Yuda yang ganteng itu."

"Mama, Please stop bilang itu." Mamanya ketawa kecil.

"Udah kakak cepet siap-siap, kasian Yuda nungguin lama nanti."

"Iya, oke Mama." Jawab Keyzha yang buat Mama balik lagi turun ke bawah.

Tujuh menit berlalu, Keyzha keluar pakai seragam lengkap dan tas berukuran sedangnya, kaget karna Yuda kesini, lebih kaget lagi lihat akrabnya Yuda sama setiap anggota keluarganya dan duduk di salah satu bangku meja makan mereka.

Sebentar, apa? Duduk di salah satu bangku meja makan? Meja makan rumahnya?! Keyzha bengong tanpa sadar di sana sampai ada ditangga bawah, sejak kapan Yuda bisa seakrab ini sama keluarganya?

"Kak, ayo sarapan dulu, ngapain diem disana?"

"Oh iya, tas bekal kakak Mama bawain dua, satunya buat Yuda ya."

"Makasih banyak tante, jadi ngerepotin." Ya Tuhan, ini benar benar ngebuat Keyzha berjalan mendekat, perasaannya makin kaget. Karna Mamanya sesuka itu sama keberadaan Yuda di sini.
_______________

Dengan suatu kebetulan, motor Jeka lagi di parkir, motor Yuda pun baru dateng ke parkiran sekolah, Lilly yang tengah lepas helm otomatis ikutin arah kemana motor Yuda berada karna ada orang yang duduk di jok belakang motor Yuda yang jelas sekali itu bukan Arsyl.

Keyzha? Tiba tiba banget mereka berangkat bareng. Ah, sebetulnya ini biasa kalau buat pertemanan mereka, saling antar jemput sesama teman. Iya, hal biasa, biasa sekali.

Lilly berhenti mandangin mereka dan noleh ke arah Jeka yang lagi ngerapihin rambutnya, agak narsis ya... Lilly nepuk pundak Jeka, ngulurin tangan buat ngasih jaket jeans punya Jeka. "Makasih Jek." Dia terima Jaket itu.

"Iya, sama sama." Jawabnya tapi dari mata fokus ke Lilly, jadi ngelirik ke kanan belakang Lilly.

"Mereka kok tumben?" Tanyanya dengan nunjuk ke arah Yuda dan Keyzha, Lilly noleh juga ke arah dua temannya itu. Tapi tanpa ngejawab pertanyaan heran Jeka, Lilly buru buru ngerangkul pundak Jeka, di ajak buat cepat cepat ke kelas.

ClasSy 97sTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang