Sekarang Baiti dan Deva berada di ruang bk, saling duduk bersampingan. Guru bk duduk di depan mereka dengan tatapan mengintrogasi.
"Sebenarnya apa yang terjadi di antara kalian?" tanya guru bk, tegas.
"Baiti yang mulai duluan cari gara gara dengan saya buk!" jawab Deva keras, cepat. Takut ke dahuluan.
"Kamu yakin Deva?" tanya guru bk memastikan, karena ia tahu Baiti tidak akan melakukan hal seperti itu lebih dulu. Pasti ada sebab nya.
"Yakin buk, dia datang ke meja saya. Menahan saya yang ingin ke luar kelas, menumpahkan jus ke tubuh saya dengan sengaja." Deva menatap guru bk, meyakinkan guru itu.
Baiti hanya diam, mendengar ucapan Deva yang terus menyudutkan nya.
"Baik. Sekarang Baiti yang akan menjelaskan kejadian ini." Guru bk menata Baiti yang terus saja memainkan kuku nya, seolah malas ikut berdebat dengan Deva.
Baiti menatap guru bk, mendesah pelan. "Saya akan tunjukkan bukti nya langsung." ujar Baiti, ia mengetik sesuatu di ponsel nya.
Seketika tubuh Deva lemas. Ia takut kejahatan nya akan terbongkar.
Speaker sekolah berbunyi di berbagai kelas, layar lebar juga sudah di pasang ke seluruh kelas oleh sahabat Baiti dan beberapa asisten nya.
"Lo itu miskin anak beasiswa, gak pantes di sekolah ini" vidio pertama menampilkan Deva yang membully siswa yang tak berdaya.
"Lo jangan gatel deh deket-deket sama laki-laki di sekolah ini. Gak pantes tau gak sama wajah jelek lo itu." Lagi. Video yang menampilkan Deva membully para siswa di sekolah ini.
Deva mengatupkan mulutnya tak percaya, ia tidak menyangka ada video pembullyan nya. Padahal ia yakin sekali kali dia membully para siswa di tempat yang tidak ada cctv nya dan tidak di ketahui orang lain.
Setiap siswa di kelas langsung heboh melihat vidio itu. Apalagi para lelaki yang dekat dengan Deva, mereka langsung jijik melihat Deva.
Terakhir, vidio yang menampilkan Deva sedang berada di club malam dengan pakaian kurang bahan. Deva melakukan hal menjijikkan di club itu.
Baiti tersenyum menang, ia melihat Deva yang terduduk lemas di lantai.
Baiti jongkok di depan Deva, memegang dagu Deva agar wajah itu menatapnya. "See? Lo akan jatuh pada akhirnya. Semua rahasia yang lo simpan, terbongkar sudah dengan mudah."
Mata Deva memerah dan berair. Tubuhnya gemetar menahan marah, malu, dan tangis yang siap untuk lepas. Bibir nya yang gemetar terbuka pelan. "Lo... salah melawan gue Baiti... jangan harap selepas ini lo bisa tenang.."
Baiti mengedik kan bahunya, tak perduli. Ia berdiri, kembali duduk di kursinya. Kaki kanan nya bertumpu di kaki kiri, ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Menunggu kedatangan seseorang yang penting di sekolah ini.
Brak!
"Apa yang sebenarnya terjadi hah?! Bagaimana bisa ada vidio yang tidak senonoh itu?!" Dia kepala sekolah, dengan wajah merah padam.
"Hanya membuka rahasia saja." sahut Baiti, menatap datar kepala sekolah itu.
Kepala sekolah yang semulanya marah, kini gemetar takut. "Ke-kenapa anda bisa disini, nyonya?" tanya kepala sekolah gelagapan, dengan keringat yang mengucur pelan dari pelipis.
Kepala sekolah tahu kalau Baiti bukan orang yang sembarangan. Ia pernah melihat Baiti di acara tender milik pamannya. Ia juga tahu kalau ternyata Baiti itu memiliki beberapa perusahaan yang bisa membuat orang langsung gemetar ketakutan.
"Ada salah satu korban melapor ke perusahaan saya. Dia bilang kalau di sekolah ini ada pembully yang haru saya basmi." jawab Baiti santai sambil melihat kuku kuku panjangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Al Dan Bai [ Hiatus, Revisi ]
NonfiksiSeorang Gus yg dijodohkan dengan ketua geng motor. Tanpa Gus sadari bahwa geng motor itu bukanlah geng motor sembarangan. Seorang ketua geng motor yg duduk di bangku SMA hanya karena memiliki tugas dia dan sahabatnya harus kembali lagi duduk di ban...
![Al Dan Bai [ Hiatus, Revisi ]](https://img.wattpad.com/cover/362736616-64-k408534.jpg)