_____________
________
_____________
Baiti berjalan menuju perpustakaan, ia ingin mengambil beberapa buku pelajaran. Sebentar lagi mereka akan mengadakan ujian harian, tidak mungkin dia menjawab asal asalan nanti kan? Maka nya dia mencari buku di perpustakaan dari pada bertanya dengan teman sekamarnya nya itu.
Ia juga yakin teman sekamarnya tidak akan mengajarkan nya. Mereka juga baru dekat, Baiti tidak mau sembarangan dekat dengan orang lain. Ia harus jaga jarak, takut kalau orang itu malah membahayakan dirinya.
Sayup-sayup ia mendengar suara yang familiar dari balik rak rak buku di depan nya.
Lo yakin itu dia? Gak salah kan?
Enggak, gue yakin itu dia
Lo tahu kan kalau mereka sering nutupin wajah? Mereka juga sering manggil satu sama lain dengan nama samaran.
Tapi gue yakin itu dia, dari iris matanya aja kelihatan banget
Apapun itu kita harus bilang ke ketua, kita tidak boleh bergerak sebelum ketua yang suruh
Baiklah
Baiti mendesah pelan, mengambil buku yang di butuhkan nya lalu pergi dari perpus. Ia yakin pasti 3 orang itu melihat nya, apalagi suara ia mengambil buku dan langkah kakinya. Pastinya 3 orang itu langsung gelagapan karena takut ketahuan.
Baiti terus berjalan menuju kelas, di meja nya sudah ada Raisa yang membaca buku. Ia tidak melihat 3 teman sekamarnya yang lain.
"Yang lain mana?" tanya Baiti setelah duduk di samping Raisa.
"Ke toilet." Baiti hanya ber oh ria saja dan membaca buku yang dia bawa tadi dari perpustakaan.
Baru beberapa paragraf ia membaca, matanya sudah berat ingin tidur. Setiap malam dia selalu keluar sampai dini hari, ia bahkan tidak tidur selama seminggu ini.
Karena sudah berat, Baiti pun tertidur dengan wajah yang tertutup dengan buku yang baru di baca nya sebentar.
Raisa tidak menggangu waktu tidur Baiti, ia tahu wanita di samping nya sedang kelelahan dan butuh istirahat. Raisa hanya melanjutkan bacaan nya dan akan membangunkan Baiti saat guru datang.
_______
Sore ini Baiti berada di ndalem, Nyai zura menyuruhnya untuk datang membantu menyiapkan makan malam. Baiti dengan senang hati membantu.
Mertua dan menantu itu bekerja sama untuk memasak. Alhasil masakan mereka siap lebih cepat.
Baiti mulai menyiapkan makanan di meja. Meletakkan alat makan di tempat nya. Setelah menyiapkan makan di meja, ia naik ke lantai 2, memanggil suaminya untuk makan.
Baiti masuk ke dalam kamar yang tidak di kunci. Alvian yang sedang berganti baju langsung kaget melihat istrinya yang membuka pintu secara tiba-tiba.
"Kenapa gak ketuk pintu dulu!"
Baiti menatap nya malas. "Santai aja kali, lagian aku juga udah pernah lihat yang kayak punya kamu itu." Baiti menunjuk area bawah Alvian.
"Apa?! Kok bisa sih?" Alvian segera memakai pakaian nya.
Baiti menyandarkan tubuhnya di pintu. "Waktu kecil aku pernah lihat abang sepupu ku berganti pakaian."
Alvian bernafas lega, bersyukur kalau barang milik pria yang Baiti bilang ternyata adalah abang sepupu Baiti sendiri. Jadi wajar kalau Baiti tanpa sengaja melihat barang itu, lagian mereka juga mahram. Baiti juga masih kecil, jadi tidak tahu apa-apa.
"Udah selesai kan? Turun, makanan udah siap." Baiti keluar dari kamar lebih dulu.
Alvian menyisir rambut nya yang masih basah dan segera turun ke bawah. Mereka makan dengan khidmat.
Baiti merebahkan tubuhnya di kasur besar milik Alvian setelah selesai bekerja di dapur. Ia membuka ponselnya, menggulir gulir layar nya ke bawah. Menonton vidio yang menarik membuat nya tertawa kecil.
Alvian duduk di kursi meja kerjanya, ia menatap layar komputer nya itu. Angka angka penjualan terpampang jelas di layar komputer. Ia menyusun beberapa poin agar penjualan nya semakin meningkat.
Baiti melihat layar ponsel nya, room chat nya berbunyi sedari tadi.
Group inti G. Impossible
Farzan
Lagi² orang suruhan kita dapat foto Razeina
[1 foto]
Arga
Udah aku duga
Aku juga tadi sempat melihat siluet dia di jalan
Diky
@anda, kamu masih yakin tidak mau cari tahu lebih lanjut?
Clarissa
Iya bai...
Kita gak bisa biarin dia gitu aja
Tiara
Bai... Sebenarnya ada apa denganmu? sampai kamu gak mau cari tahu lebih lanjut tentang Razeina
Kevin
Kamu kelihatan egois begini bai
Jangan di pendam sendiri
Cerita ke kita
Berisik amat kalian
Kalau dia memang disini ya udah sih
Ngapain di cari juga
Yang penting dia selamat, sehat sentosa
Kurnia
Kamu kenapa sih akhir akhir ini?
Ada masalah apa?
Jangan lampiaskan masalah mu ke sini bai
Aku gak ada masalah apa-apa
Aku baik-baik aja tuh
Novi
Bai!
Kamu kenapa sih?
Gak biasanya kamu seperti ini
Dulu aja kamu kelimpungan cari Razeina sampai kamu gak tidur semingguan
Kenapa sekarang kamu acuh gitu aja?
Dara
Bener Bai
Kamu berubah
Kamu gak biasanya seperti dulu
Baiti menggigit bibirnya kuat. Ia terpaksa melakukan hal ini. Menyuruh para sahabatnya agar berhenti mencari Razeina.
Baiti tahu para sahabatnya itu diam-diam mencari tahu keberadaan Razeina. Baiti juga lah yang merusak sistem komputer di laptop para sahabatnya. Ia tidak ingin sahabatnya itu mencari tahu tentang Razeina, karena itu permintaan Razeina sendiri.
Dengan berat hati dia terpaksa melakukan hal ini. Berusaha seperti penjahat di antara mereka.
Baiti tidak membalas pesan itu, ia lebih dulu memejamkan matanya. Sekilas ia melirik Alvian yang bekerja. Tangan nya terkepal erat, pria yang di nikahi nya itu adalah saudara laki-laki dari sahabatnya itu, Razeina. Orang yang membuat Baiti dan para sahabatnya itu berubah drastis sampai sekarang.
Orang yang pergi selama 2 tahun tanpa ada kabar sekalipun. Orang yang berusaha Baiti rahasia kan dari para sahabatnya. Razeina Nindyatama, orang yang telah mengubah hidup Baiti. Salah satunya.
Baiti lebih memejamkan matanya, melupakan masalah yang ada dipikiran. Memilih tidur daripada memikirkan hal yang semakin membuat kepala nya pusing.
_________
KAMU SEDANG MEMBACA
Al Dan Bai [ Hiatus, Revisi ]
Non-FictionSeorang Gus yg dijodohkan dengan ketua geng motor. Tanpa Gus sadari bahwa geng motor itu bukanlah geng motor sembarangan. Seorang ketua geng motor yg duduk di bangku SMA hanya karena memiliki tugas dia dan sahabatnya harus kembali lagi duduk di ban...
![Al Dan Bai [ Hiatus, Revisi ]](https://img.wattpad.com/cover/362736616-64-k408534.jpg)