7

11 5 0
                                        

Di perjalanan menuju basecamp mereka, ada beberapa gerombolan yang menghadang mobil mereka.

"Gimana ini? Kita turun lawan mereka?" tanya Novi yang memegang erat setir.

"Ya iyalah, masa kita di dalam mobil saja sih?" balas Kurnia.

"Tidak perlu, biar aku aja yang tangani." jawab Baiti, ia merogoh tasnya. Mengambil sesuatu di dalam tas itu.

"Apa? Maksud mu?"

"Nov, siap-siap buat ngelindes yak!"

"Hah?!"

"Hei! Turun dari mobil sekarang juga!" Teriak salah satu dari gerombolan itu.

Baiti membuka kaca mobil nya, melempar benda bulat ke arah gerombolan itu. Seketika asap mengelilingi gerombolan itu.

"Sial! Ini gas air mata!"

"Nov! Sekarang!" Novi pun dengan cepat menginjak gas, beberapa orang dari gerombolan itu di tabrak mobil mereka.

Baiti tersenyum puas, para gerombolan itu jatuh ke tanah. Merintih kesakitan.

"Bai, kok kamu gak bilang sih?" tanya dara, jantung nya masih berdebar kencang karena terkejut tiba-tiba mobil melaju begitu saja.

"Ya maaf, aku kan gak kepikiran. Lagian udah terdesak juga." jawab Baiti.

"Udahlah...yang penting kita selamat." kata Clarissa tenang, meski jantung nya juga berdebar kencang.

Mobil mereka sampai di basecamp tersembunyi. Mereka turun dari mobil, masuk ke dalam basecamp.
Mereka menuju ruangan paling atas dari basecamp itu.

"Lama bener dah." ucap kesal Diky yang sudah menunggu lama.

"Ya maaf tadi ada kendala." balas Kurnia.

"So...ada hal penting apa?" tanya Baiti pada farzan yang duduk di kursi dekat komputer.

"Lihat ini." Farzan memutar vidio dari cctv yang dia dapat.

"Itu... Razeina?" tanya Tiara pelan.

"Iya, ini juga ada beberapa gambar yang di dapat dari anak buah kita." Farzan memberikan beberapa lembar foto seorang wanita dengan seorang pria.

Baiti menatap lekat foto itu, wajah wanita nya memang orang yang mereka kenal, tapi wajah pria itu membelakangi kamera. Membuat mereka tidak tahu siapa itu.

Baiti juga merasa tidak asing dengan pria di foto itu. "Jangan jangan..." Baiti menepis pikiran nya itu, tidak mungkin pria itu adalah seseorang yang dekat dengan wanita dalam foto itu.

"Pria itu siapa sih? Deket banget sama my wife" Arga tampak berpikir keras, ia sedikit cemburu dengan pria di foto itu.

"My wife my wife...belum juga kali jadi istri lo." cibir Kevin kesal.

"Yeu! Sirik ae lu."

"Tidak perlu cari tahu lebih, yang penting kita sudah tahu dia ada disini." ucap Baiti lalu meletakkan kembali foto itu.

"Lah kenapa? Kalau di cari lebih tahu, kita bisa tahu di mana dia tinggal." Clarissa menatap Baiti tajam.

"Tidak perlu, dia akan datang sendiri nya kalau memang dia sudah pulang. Di dunia ini setiap manusia memiliki 7 orang yang wajahnya kembar. Bisa jdi di foto itu bukan Razeina." balas Baiti datar.

"Kamu kenapa sih? Ada masalah apa? Tiba-tiba banget mood nya berubah." tanya Diky menyelidik.

"Tidak ada apa-apa."

Suara sirine di basecamp itu berbunyi. Mereka semua langsung berdiri. Kurnia melihat rekaman cctv. "Gawat! Geng the Stars datang menyerang!"

Mereka mengambil senjata masing-masing yang di ruangan itu. Segera anak buah mereka sudah berkelahi dengan gerombolan perusuh di basecamp mereka.

Al Dan Bai [ Hiatus, Revisi ] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang