_______________
________
_______________
"Bi Sarah... Aku.. boleh berenang di kolam? Aku juga udah siap kok bersih-bersih rumah!" Anak kecil itu segera menjelaskan.
Wanita di hadapan anak itu hanya menatap datar. "Boleh."
Anak itu kegirangan, ia langsung ke kolam renang di belakang rumah nya. Segera dia masuk ke kolam untuk anak kecil.
Kolam renang itu terbagi dua, satu untuk dewasa dan satu lagi untuk orang dewasa.
Wanita itu melihat anak kecil itu yang sedang berenang. Senyum licik langsung terukir sempurna di bibir nya. Ia mengambil jaring dengan gagang panjang, jaring yang untuk membersihkan kolam.
Seketika jaring itu sudah ada di kepala anak kecil itu. "Bi? Buat apa jaring nya?" tanya anak kecil itu pelan. Takut menyinggung wanita di depan nya.
"Hm?~"
Wanita itu menarik kepala anak kecil dengan jaring nya. Menyeret anak itu ke kolam dewasa. Seketika anak itu kesulitan berenang. Kaki nya tak mampu menapak di lantai kolam.
"Bi! Tolong!"
"To-tolong!"
Wanita itu tersenyum senang. Anak itu terus saja kesulitan berada di permukaan.
Jaring itu terus menekan tubuh anak kecil itu. Menekan nya hingga sampai dasar. Anak itu tenggelam. Pandangan nya mulai kabur.
Wanita itu segera turun ke kolam, menarik anak itu ke darat. Sudah cukup dirinya menyiksa anak itu, yang penting anak itu akan trauma setelah ia lakukan tadi.
Wanita itu menekan nekan dada anak itu. Anak kecil itu terbatuk-batuk dengan sesekali mengeluarkan air kolam yang sempat tertelan.
"Bi..." lirihnya memanggil baby sitter nya.
"Aku harap kamu selalu dalam ketakutan bayang-bayang penyiksaan ku." Wanita itu pergi dari sisi anak itu, meninggalkan anak kecil yang masih terbatuk-batuk.
Pandangan nya mulai kabur. Ia pingsan. Hujan langsung mengguyur tubuhnya. Wanita itu tetap di dalam rumah, membiarkan anak kecil itu yang kehujanan.
Memang dia tidak ada niatan untuk merawat anak itu dengan baik. Akal sehatnya tidak ada.
________
Baiti terbangun dengan terengah-engah. Tubuhnya basah karena keringat dingin.
Mimpi itu... Datang lagi. Menyiksanya. Mengingat kan nya pada masa lalu. Tanpa sadar bulir-bulir air mata keluar begitu saja.
Ia menutup mulutnya, menahan isak tangis yang ingin keluar. Tapi nyatanya tidak. Isak tangis nya malah membangunkan Raisa yang terlelap itu.
"Baiti?" Raisa langsung memeluk Baiti. Erat. Menenangkan Baiti dalam pelukan nya.
Baiti membalas pelukan itu. Tangisan nya terdengar lirih. Pilu. Sedikit tersedu-sedu.
Raisa terus mengelus punggung Baiti. Mencoba menenangkan Baiti yang menangis. Baiti terus saja menangis. Mimpi itu benar-benar membuka luka lama yang tak pernah sembuh.
Raisa tetap diam. Membiarkan Baiti untuk menangis. Dirinya hanya akan terus memeluk Baiti, tidak akan bertanya apa yang akan terjadi pada Baiti.
Setelah dirasa tenang Baiti mengendur kan pelukan nya.
"Maaf.... Membangunkan mu." ucap Baiti dengan sedikit isakan kecil.
"Gak papa. Sudah mendingan?"
Baiti mengangguk kecil. Ia menghapus air mata nya. Dirinya tidak menyangka akan menangis segitu banyak nya sampai membebani orang lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Al Dan Bai [ Hiatus, Revisi ]
Phi hư cấuSeorang Gus yg dijodohkan dengan ketua geng motor. Tanpa Gus sadari bahwa geng motor itu bukanlah geng motor sembarangan. Seorang ketua geng motor yg duduk di bangku SMA hanya karena memiliki tugas dia dan sahabatnya harus kembali lagi duduk di ban...
![Al Dan Bai [ Hiatus, Revisi ]](https://img.wattpad.com/cover/362736616-64-k408534.jpg)