Jam 06.00 dikamar yang bernuansa
abu abu ada seorang gadis yang masih terlelap dalam mimpinya dan tiba tiba.
Tok tok tok!
Suara ketukan pintu terdengar keras.
"Bangun woy bangun ah elah
susah amat bangunin ni
anak mana tidurnya kek kebo lagi" ucap seseorang dari luar.
Dia adalah Zulkifli, si pria yang berisik.
"Iya ini gue bangun, brisik banget lo pagi-pagi gini" gadis itu bangun, mengucek matanya.
"Lihat jam udah jam berapa,
lo belum mandi, pakaian,
makan segalanya belum" kata
Zulkifli dari luar kamar.
"Astaghfirullah." Baiti segera bangun dari tidurnya, ia bergegas ke kamar mandi.
"Repot sendiri lo kan makanya
cepat bangun, buruan mandinya yang lain udah nunggu tuh." Zulkifli kembali ke bawah setelah membangunkan adiknya itu.
Setelah bersiap Baiti kebawah
untuk makan bersama keluarganya.
Baiti lantas duduk di samping adik nya, Hani. Tidak ada sapaan di pagi hari, dirinya terlalu malas untuk menyapa pagi ini.
Meraka makan dengan hening
hanya ada suara sendok dan
garpu.
Setelah selesai makan Baiti
ijin pamit ke luar ada urusan .Dia
pergi bersama sahabatnya yang sudah menunggu di luar.
"Bun aku pergi ya assalamualaikum" pamit Baiti sambil mengulurkan tangannya.
"Waalaikumussalam" jawab bunda Aira dan menerima uluran tangan Baiti. Baiti menyalim tangan sang bunda tanpa berpamitan dengan sang ayah.
_____
Baiti dan sahabatnya sudah
sampai di gerbang sekolah
mereka tak sengaja berpapasan
dengan murid baru.
Baiti sebenarnya sudah berumur 25 tahun, tapi dirinya harus ke sekolah karena ada urusan yang harus di selesaikan di sekolah ini. Dirinya berganti pakaian sekolah di dalam mobil nya, di rumah dia memakai pakaian kasual saja. Takut keluarga nya tahu apa pekerjaan yang di lakukan nya. Dan anehnya para sahabatnya itu ikut juga kembali bersekolah, dengan alasan karena bosan.
"Woi itu murid baru ya? baru
lihat." Celetuk Kurnia sahabat Baiti yang kerap di panggil Nia.
"Kayaknya sih." Sahut Novi yang berada di samping Nia.
Baiti hanya ber oh ria saja, dia ingin sekali ke kelas.
Setelah sampai dikelas mereka
tidak sengaja melihat si caper di kelas mereka yang bernama Deva.
"Dih caper." Cibir Novi saat melihat si Deva sedang dekat dengan murid laki laki.
Bel masuk berbunyi, semua murid duduk di bangku masing masing saat wali kelas mereka datang.
"Assalamualaikum pagi anak-anak." sapa guru perempuan
"waalaikumussalam pagi buk" balas semua murid, ada yang islam ada juga yang Kristen.
"Di sini kita kedatangan
murid baru" guru perempuan itu mempersilahkan seorang laki-laki yang berdiri di luar pintu. Laki-laki itu masuk kedalam kelas.
"Ganteng banget." Celetuk teman
sebelah Baiti, si pecinta cowok fiksi.
Baiti menatap salsa horor. "Gitu di bilang ganteng? Burem tu mata?"
Salsa menatap malas Baiti. "Mata lo kali yang burem, ganteng begitu kok" balas salsa sengit. Sungguh aneh temannya ini, bisa-bisa nya teman nya itu tidak terpana dengan siswa baru itu.
"Sudah sudah diam semua,
Alvin perkenalkan dirimu" guru itu menenangkan para siswa yang terus berbisik memuja laki laki itu.
Laki laki itu berdehem kecil sebelum memperkenalkan dirinya. "Ekhem... perkenalkan nama saya Alvian Zaderta Biantara"
Baiti menatap Alvian dengan menelisik, ia merasa curiga dengan laki-laki di depan nya itu.
"Baiklah kita sudahi perkenalan ini sampai disini, Alvin kamu sekarang bisa duduk di bangku kosong itu ya. Sekarang kita mulai pembelajaran nya" Alvian mengangguk dan duduk di kursi kosong. Guru perempuan itu memulai pelajaran nya.
Semua siswa kembali fokus dengan pelajaran mereka.
________
Bel istirahat berbunyi, semua siswa-siswi berbondong-bondong ke kantin untuk mengisi perut yang berteriak minta di isi sedari tadi.
"Baiti ayo ke kantin." ajak Tiara, sahabat Baiti dan sahabatnya yang lain.
"Gak kalian aja, aku lagi gak selera makan." tolak Baiti tersenyum, ada urusan yang harus dia selesaikan terlebih dahulu.
"Kamu mau nitip aja gak?" Nia menawarkan jasa titipan nya. Baiti menggeleng pelan.
"Oke, kita duluan ya" Baiti mengangguk dan melihat para sahabatnya itu pergi keluar kelas.
"Ck. Pusing..." gumam Baiti sambil memijit pelipisnya. Tangannya terus saja mengetik ngetik sesuatu di ponsel nya.
Baiti yang asik mengetik itu langsung terperanjat kaget karena seseorang menggebrak meja nya kasar.
"Lo apa apaan sih?!" Baiti menatap tajam orang itu.
Orang yang menggebrak meja Baiti adalah Alvian, si siswa baru itu.
"Buat kamu" Alvian menyodorkan makanan yang dia beli tadi untuk Baiti.
"Gak. Gue gak nerima makanan dari orang asing" tolak Baiti dingin.
"Aku gak terima penolakan"
"Gue gak suka di atur!" Baiti lantas berdiri dan meninggalkan Alvian sendirian di kelas.
Alvian menatap kepergian Baiti. "Cara ku terlalu berlebihan ya?" gumamnya sendu.
•
•
•
Segini aja dulu nanti part selanjutnya akan lebih panjang.
Sampai jumpa lagi.
See you 💙👋👋
KAMU SEDANG MEMBACA
Al Dan Bai [ Hiatus, Revisi ]
Документальная прозаSeorang Gus yg dijodohkan dengan ketua geng motor. Tanpa Gus sadari bahwa geng motor itu bukanlah geng motor sembarangan. Seorang ketua geng motor yg duduk di bangku SMA hanya karena memiliki tugas dia dan sahabatnya harus kembali lagi duduk di ban...
![Al Dan Bai [ Hiatus, Revisi ]](https://img.wattpad.com/cover/362736616-64-k408534.jpg)