bab 3. christy..?

1K 56 0
                                        

Esok harinya

Zee, dan Christy pun lagi jalan menuju rumahnya setelah pulang sekolah

" kak, Christy ada kerja kelompok hari ini " ucap Christy

" iyakah dek? , mau berangkat sekarang? Kaka temenin ya? " ucap zee

" gausah kak, kakak dirumah aja, Christy bentaran doang kok " ucap Christy

" gapapa dek, kakak temenin aja, kayak kemaren " ucap zee

" gausah kak, gapapa kok, Christy gapapa " ucap Christy

" yaudah, kakak nunggu di rumah aja " ucap Zee

" okee kak, Christy Pergi dulu ya " ucap christy

" dek, jangan pulang malem, jangan lebih dari jam 9 " ucap zee memperingati

" aman kok kaa " ucap Christy memenangkan

Christy pun langsung belok dan pergi.
Walaupun Christy bilang ia tidak papa, tapi tetap saja, hati zee sangat khawatir membiarkannya sendiri berjalan.

' sudahlah, dia udah gede, bisa jaga diri. Jangan malah mengekangnya zee ' batin zee mengingatkan diri sendiri

Zee pun pergi ke rumahnya.

Jam 20.49

" dek ,, kamu dimana sihh? Udah mau jam sembilann, bentar lagi ayah pulang kerja " ucap zee sangat gelisah dan khawatir

Zee tak henti hentinya melihati jalan untuk melihat ada tanda tanda Christy datang apa tidak, harapannya Christy sudah datang sebelum ayahnya datang.

Namun, sudah telat, dijendelanya, terlihat mobil ayahnya yang sudah terparkir pas di depan rumahnya

" dek, kamu dimana " ucap zee

" ZEE! " teriak ayahnya yang sangat menggelegar

Zee pun langsung keluar kamarnya dan menghampiri ayahnya.

" dimana Christy? " tanya shean

Diam, zee diam, enggan menjawab

" zee! jawab, dimana adekmu? " ucap shean

Zee masih diam.

" DIMANA CHRISTY?! KAMU TULI?! " ucap shean kehilangan kesabaran

" d-dia k- " ucapan zee terputus

" NGOMONG YANG BENER BODOH! " maki shean

" dia kerja kelompok yah. " ucap zee

" anak itu ga kapok tentang hukumannya, nyari mati dia ya?? , pinter, bagus. " ucap shean

" yah, bebaskan Christy, dia hanya kerja kelompok, demi nilai di sekolahnya " ucap zee membela christy

" diam kamu, kamu mau saya hukum juga nanti zee? " ucap shean

Diam, tidak ngomong, tidak menggeleng, dan tidak mengangguk.

Jam 22.00

Zee masih diam, menunggu kepulangan adiknya, ia sangat khawatir, gelisah, takut terjadi sesuatu pada adiknya sehingga menyebabkan ia tidak pulang pulang.

Tring! Tring! Tring! Bunyi telfon pun berbunyi keras.

Zee mengambil handphonenya, berharap adiknya yang menelfon. Ternyata, ia salah, yang menelfonnya adalah org yang tidak ia kenal, namun, zee tetap mengangkatnya.

*halo? * ucap zee

* halo? Ini azizi bukan? * ucap seseorang

* iya, saya sendiri, ini siapa ya? * ucap zee

CINTA - GRESHAN FAM. Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang