di sebuah taman yang cukup luas, ramai, dan sangat indah karena banyak sekali bunga bunga di sekitarnya. tetapi, ada dua gadis yang duduk dengan tatapan kosong dan seperti memikirkan sesuatu di tengah tengah keindahan taman itu.
siapa lagi kalau bukan zee dan christy? mereka sudah lelah, capek, dan putus asa mencari keberadaan seseorang yang sangat ia cintai.
Mereka hanya duduk termenung, dan hanya membayangkan kebersamaannya dengan gracia, dulu.
Memori demi memori, mereka resapi karena memang sudah puncak kangennya mereka berdua dengan gracia. Namun, yang bisa di lakukan saat itu hanya duduk membayangkan indahnya momen bersama mamanya itu.
Apalagi yang harus mereka buat? berkeliling, sampai semua arah sudah mereka temui. namun nihil, mereka tidak bisa menemukan gracia, bahkan suaranya saja, tidak pernah lagi.
" ka, cape. " ucap christy kesekian kalinya.
Zee yang mendengarnya hanya bisa menghela nafas, mau menyemangati christy, tapi ia juga sangat butuh semangat.
bohong kalau zee baik baik saja, ia sedang terluka. dulu, ia sangat dekat dengan mamanya, bahkan kemana mana harus mengikuti gracia, dan jarang sekali mau ngikut dengan shean.
wajar saja, dulu christy yang mengekori shean, ia selalu manja dengan ayahnya itu, tidak mau di tinggal kemana mana. Zee yang melihatnya malah mendekati mamanya, mungkin cemburu?
" kenapa takdir kita kayak gini? kenapa kita beda dari yang lainnya? Christy selalu iri, sama temen temen christy karena keluarganya lengkap, mereka bercanda bareng. kenapa kita sendiri kayak gini? " ucap christy
" dek.. " ucap zee
Zee juga bingung, mau mengelak, tapi memang itu kenyataannya. Sehingga ia tidak tau mau ngomong apa ke adiknya itu
tiba tiba, di tengah kesedihan mereka itu, mereka di samperi oleh anak kecil berumur 7 tahun, ia menghampiri mereka seraya berkata.
" kaka, kaka kenal ibu aku nda? " ucap bocah itu dengan suara yang menggemaskan.
Namun, bukannya menjawab pertanyaan anak kecil itu, zee dan christy malah memperhatikan muka bocah itu, yang sangat mirip dengan ayahnya, shean.
zee dan christy saling bertatapan, seolah olah menyampaikan sesuatu dengan mata isyarat.
" aloo! kaka. kok malah kacangin ute! " ucap bocah itu kesal.
" i-iya maaf maaf. nama kamu siapa? " tanya zee
" mutiala, panggil muthe " ucap muthe.
" dimana kamu tinggal? terus di mana mama kamu? " tanya christy
" kan aku kesini nanya ibu aku ke kaka kaka! ko malah nanya balik! " ucap muthe dengan nada yang sangat menggemaskan.
" ni bocah rese " ucap christy
" jangan gitu, kasian dia kepisah sama orang tuanya " ucap zee menegur christy
" iyadeh.. "
" yaudah sini duduk, siapa tau nanti ibu kamu lewat " ajak zee
" oke! " ucap muthe, nurut.
" kamu udah sekolah? " tanya christy
" udah, kelas 1 " sahut muthe
" eh bentar, chris. " ucap zee sadar sesuatu
" kenapa, kak? " tanya christy.
" kok bocah ini bisa bahasa Indonesia? " ucap zee
" lah, iya juga! " ucap christy
" muthe, kenapa kamu bisa bahasa Indonesia? " tanya christy
" iyalah, muthe gitu loo! " ucap muthe dengan nada penuh kesombongan
" kaa, rese, ngeselinn " ucap christy mengadu dengan zee.
di tengah tengah obrolan mereka, muthe tiba tiba memanggil seseorang.
" ibuu! " ucap muthe sambil menunjuk ke depannya
zee dan christy serempak melihat arah jari muthe. Tiba tiba, mereka berdua terdiam mematung, bukan hanya zee dan christy, tapi seseorang yang saat ini menjadi ibu nya muthe.
" m-ma.. ma.. " ucap christy terbata bata
" muthe, sayang. sini, pulang " ucap ibunya.
Ia langsung menggendong muthe dan membawanya pergi.
" k-ka.. "
" kejar, christy! "
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA - GRESHAN FAM.
RandomKeluarga yang berantakan, apakah christy dan zee bisa mengembalikan keluarganya yang dulu? Dan apakah keluarganya bakal membaik, atau lebih buruk?
