Seorang Pemuda manis 17 tahun yang bernama Arvie Alandra atau yang kerap di sapa Vie.
Saat Ia sedang hendak menyelamatkan seekor kucing yang berada di tengah jalan tiba-tiba sebuah Truk tidak sengaja menabraknya dan mengakibatkan dirinya Meninggal...
"Abang gak marah, Abang malah berterimakasih sama kamu, tapi kok bisa vidio itu ada? dulu Abang pernah nyari vidio itu di CCTV tapi malah datanya udah di hapus" herannya.
"Hehehe sebenernya"
Flashback bab 7
"Bang abang bisa bantuin Vie gak?"
"Bantu apa si baby?" jawab Liam.
"Jadi gini bang sebenernya Vie tuh curiga sama Leo, Abang bisa bantuin Vie buat cari buktinya gak?"
"Curiga gimana baby? Gak mungkin lahh Leo ngelakuin hal-hal aneh" jawab Liam.
"Ayolah bang~, Abang kan punya temen hacker bisa ya tolong" ujar Arvie sambil menunjukan puppy eyes nya.
Karna tidak tahan dengan keimutan adiknya ia pun menyetujui, dan benar kata Arvie ternyata Leo tidak sepolos yang ia kira.
Flashback off
. . .
Arvie dan Malvin pulang bersama, sesampai nya dirumah ia melihat seluruh keluarganya sedang berada di ruang keluarga dan sepertinya mereka sudah mengetahui berita tentang Leo.
Malvin dan Arvie mulai berjalan menuju lift namun ada suara yang menghentikan langkah mereka.
"Malvin papa hiks minta maaf sama kamu nak, papa menyesal" ujar Herri menyesal.
"Ia Vin kita juga mau minta maaf karena kita udah kehasut sama bajingan kecil itu" ujar Kean.
"Malvin maaf, papa mohon nak maafin papa" ujar papa sedih.
Malvin yang berniat meninggal kan mereka malah di kejutkan oleh sang papa yang berlutut di hadapannya.
"Kamu boleh pukul papa, kamu boleh marahin papa asalkan kamu mau maafin papa, kita perbaiki semuanya dari awal ya...." Pintanya.
"Vin Lo gak mau maafin kita, papa sampai berlutut gitu dihadapan Lo"
"Gw gak peduli" ujar datar malvin.
"Vin Lo keterlaluan klo Lo gak mau maafin kita, kita kan keluarga Lo!!!" ujar Kean marah.
"Keluarga? sejak kapan kalian nganggep gue keluarga, keluarga yang sering melukai fisik dan mental, itu kah yang namanya keluarga? Jika bukan karena semua ini terungkap kalian pasti akan tetap menyalahkan ku atas semua yang terjadi di hidup kalian, Jadi bersikap lah seperti biasanya" jelasnya panjang.
Setelah mengatakan itu Malvin langsung pergi meninggalkan mereka.
"Seperti harapan kita untuk mendapatkan maaf dari Malvin tidak akan pernah bisa" ujar lirih sang papa.
"Papa gimana sih baru segitu aja udah nyerah!! bagaimana dengan bang Malvin yang bertahun-tahun kalian abaikan kehadirannya, jadi berusaha lah jika ingin mendapatkan maaf dari bang Malvin" ujar Arvie, setelah nya Arvie meninggalkan ruangan itu mengejar Malvin.
"Baby benar, kalian harus berusaha ingat kesalahan kalian sangat banyak terhadap malvin" ujar sang papi sambil menepuk-nepuk pundak papa.
"Iyh kita akan berusaha dapetin maaf dari Malvin gimana pun caranya, ya kan bang" ujar Kean sambil melihat kearah Kenzo.
"Hm"
"Lalu bagaimana dengan bajingan kecil itu" tanya Theo.
"Papa sudah menyuruh anak buah papa untuk membawa bajingan kecil itu"
"Aku ingin sekali menghancurkan wajah sok polosnya itu, bisa-bisanya kita di tipu setelah sekian lama dan sekarang kita baru mengetahui kebusukannya" ujar Theo mengepalkan tangannya.
"Aku ingin sekali dia merasakan apa yang Malvin rasakan selama ini" ujar liam.