Nama Michael Kaiser sedang booming sekarang. Akulah yang membuatnya menjadi trending. Namanya sudah di-mention hampir semua pemakai aplikasi penghubung dunia, bahkan aku juga syok dengan situasinya. Michael, sayangku, duniaku, semestaku, rumah ternyamanku, bulanku, matahariku, jametku, dan bocilku, ingatlah aku masih tidak rela melihatmu dipuja-puja bagaikan bintang yang bersinar oleh gadis-gadis obsesif kurang belaian. Michael, cintaku, walaupun dirimu hanyalah seonggok manusia yang mungkin tidak bisa di-review oleh sudut pandang manapun─pengecualian bagian depan─dikarenakan hadirmu sebatas imajinasiku. Bjir, bagaimana bisa lelaki tampan seperti dirimu karakter fiksi? Aku izin tantrum!
Aku penulis─terkenal─pemula yang beberapa hari lalu melakukan launching bukuku bersama penggemarku. Sejujurnya, diriku tidak menyangka jika penjualannya akan sold out dalam hitungan cepat, yaitu sehari. Gacor! Karena bukunya habis, cuanku bertambah. Untung, dong. Menggunakan uang itu, aku membeli keperluan yang sudah harus di-restock. Contohnya, keperluan dapur, skincare, bodycare, haircare, dan benda-benda lainnya. Walau wajahku taklah aduhai, tapi aku mungkin bisa menjadi aduhai setelah merawat diriku. Ini salah satu cara menghargai ciptaan Tuhan. Itulah sebabnya, semua orang menyukai uang─mereka bernilai─apalagi kalau ada sepuluh atau ratusan koper. Bjir, kalau real-nya begini, intensiku menggaet sugar daddy agar bisa ditunjang baik secara sandang, pangan, juga papan akan menghilang pelan-pelan. Ah, menikah dengan pewaris keluarga kaya raya─contohnya Mikage Reo─terdengar seru, hehe.
Michael, nama yang kusanjung-sanjung, kuelu-elukan. Dia adalah tokoh utama dalam novel buatanku. Karena Michael memiliki iras tampan─sebagaimana seperti yang kugambarkan di halaman mula novelnya─dia bisa menjadi casanova. Lihatlah, di media, Michael yang kehadirannya saja tidak nyata, banyak perempuan tanpa ragu mengagung-agungkannya. Pesona bocilku bahkan menyingsatkan aku yang statusnya sang penulis─yang menciptakan Michael. Bjir.
Kalau saja aku bestie-nya Doraemon, sudah jelas kupinta kantong ajaibnya, lalu aku akan mencari alat yang bisa membuatnya nyata. Ujung-ujungnya, penggemar Michael jadi tantrum seperti bocil epep yang minta top-up karena aku mendapatkan dia. Sayangnya, itu sebatas imajinasi, angan-angan, halusinasi, dan delusi. Tapi, aku yakin, di masa depan, Michael dan aku bisa berjumpa. Ingatlah, aku adalah main character. Semua bisa kulakukan jika author menghendaki!
@pacarmugepeng_ bjir, kalau aja tokoh ceweknya pilih tokoh cowok lain, kayaknya lebih madodep!
@duniaku_10 komen di atas apaan banget? terserah author-nya mau kasih ending sedih, bahagia, tragis. nyolot lo!
@alamaknajisnya_ kata gue, kaiser mending sama cewek antagonis. lebih bagus sama dia, bukan sama cewek yang satunya.
@duniaku_10 ini apaan lagi? bikin cerita sendiri. maksa banget jadi orang. jelas-jelas kaiser cocoknya sama yang protagonis. apa coba? lo kayaknya pendukung antagonis? jahat dia, bjir.
@alamaknajisnya_ terserah gue, dong. kenapa lo yang sewot? mau gelut sama gue?
Kenapa kolom komentar live IG-ku jadi kacau begini? Padahal, yang cocok sama Michael, 'kan, aku sendiri─penciptanya. Aku seratus persen memenuhi kualifikasi untuk menjadi istri tercinta dari Michael Kaiser. Saatnya menertawakan diri sendiri karena bisa-bisanya jatuh cinta pada karakter buatanku. Jujur saja, saat aku membuat karakter Michael, aku mengimplementasikannya seperti crush-ku yang tidak peka-peka walau sudah kuberi kode berupa DM di Instagram. Aku jadi uring-uringan mengingatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝘼𝙆𝙎𝘼𝙍𝘼
Fanfiction𝗕𝗟𝗨𝗘 𝗟𝗢𝗖𝗞 ⭑.ᐟ Segaris fragmen dalam jerat halusinasi fana di mana kamu berjumpa dengan tuan-tuan beragam perangai. © Muneyuki Kaneshiro & Yusuke Nomura 𝗪𝗔𝗥𝗡𝗜𝗡𝗚 › Berbeda dengan manga. Senin, 02 - 10 - 2023 Senin, 31 - 03 - 2025
