Isagi Yoichi ▸ Chaotic Girl

2.5K 87 7
                                        

"Aku akan mendukungmu, Isagi-san!"

"Terima kasih, (Surname)-san!"

Rasanya, setiap mengingat momen di mana pertama kali (Name) menyemangatinya yang akan bertanding sepak bola dengan SMA lain membuat Isagi tersenyum. Entah mengapa aneh saja karena dia yang kurang terkenal di sekolahnya─dalam sudut pandangnya─mendadak dihampiri oleh seorang gadis mungil bernama (Name). Gadis itu memakai seragam SMA Ichinan dengan rambut yang dikepang bagaikan ekor kuda. Dalam satu pandang saja, dirinya mulai tertarik.

(Name) mungkin bukan gadis terkenal di sekolah, bukan pula seseorang yang ingin dikenal banyak orang. (Name) hanya perempuan mungil yang membuatnya merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya. Dengan dukungan dan ucapan penyemangat saat dirinya gagal dari sang taruni, dia yakin, semua akan baik-baik saja sekalipun dunianya sedang berantakan.

"Jangan merundung orang lain!"

Isagi menarik pelan tangan (Name) kala gadis ini marah atau lebih tepatnya sedang membela sahabatnya yang diejek oleh sekelompok perundung di sekolah mereka. Tidak mau (Name) mendapat masalah karena berkelahi, Isagi mencoba menenangkan emosi sang perempuan yang masih belum mereda. Orang-orang di kantin─tempat mereka berpijak─tampak mulai berbisik membicarakan (Name) yang begitu mudah terpancing emosi.

"Urusanku bukan denganmu," balas gadis yang menjadi pelaku perundungan teman (Name).

"Tetap saja, Bodoh! Terlepas dia temanku atau bukan, aku tetap akan membela seseorang yang menjadi korban perundungan kalian semua!" (Name) menepis tangan Isagi, kemudian mendekatkan dirinya pada gadis yang merupakan pemimpin dari kelompok perundung itu. "Ayo selesaikan ini sepulang sekolah dengan perkelahian asli. Jika aku menang, kalian semua berhenti merundungnya bahkan korban kalian yang lain," tantangnya.

Gadis itu─sebut saja namanya Rika─terkekeh dengan cara yang terdengar menyebalkan. "Tentu. Aku menerima tantangan murahan darimu. Namun, aku punya satu hal yang ingin kubicarakan. Jika aku menang, sebaiknya menjauhlah dari Isagi-kun. Kehadiranmu di sisinya hanya membuat karier sepak bolanya menjadi kusut," balas Rika sebelum akhirnya pergi dari kantin bersama teman-temannya.

"Sialan," gumam (Name).

Isagi menghampiri (Name) yang kini mengepalkan tangan. Orang-orang mulai berhamburan pergi setelah dirasa kondisi menjadi damai kembali. (Name) mendengus pelan, kemudian menepuk bahu Isagi seolah mengatakan semua akan baik-baik saja.

Gadis itu benar-benar membuat Isagi Yoichi bahagia.

-

(Name) berjalan dengan tegas menuju sebuah tempat kosong di belakang sekolahnya. Gadis dengan nama keluarga (Surname) ini tampak begitu berambisi untuk mengalahkan sekelompok gadis yang sering melakukan perundungan kepada beberapa murid pendiam. Rasanya (Name) sudah terlalu muak untuk terus membiarkan kekerasan terjadi di sekolahnya. Terlebih, kini sahabatnya menjadi korban mereka.

Sesampainya di tempat di mana mereka memutuskan untuk menentukan siapa yang kalah dan menang, kedua iris (Name) menangkap Rika bersama kelompoknya. Senyuman miring terbit di wajah (Name) sebelum dirinya melangkahkan kaki mendekat pada Rika yang kini memegang tongkat besi.

"Jangan menjadi pecundang yang menang karena memakai senjata," ucap (Name) sembari bersiap untuk menyerang.

Rika tergelak cukup kencang. "Yang terpenting aku menang di pertarungan ini. Jadi, apakah kau siap untuk menangis setelah semuanya berakhir? Aku harap kau tidak sedih karena akulah yang akan menang, (Name)," balasnya dengan angkuh.

𝘼𝙆𝙎𝘼𝙍𝘼Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang