Itoshi Rin ▸ Maruko Plushie

1K 68 15
                                        

Kedua alis pemuda itu spontan mengernyit heran usai membaca seuntai pesan yang dikirim oleh nomor tidak dikenal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kedua alis pemuda itu spontan mengernyit heran usai membaca seuntai pesan yang dikirim oleh nomor tidak dikenal. Aksi bingungnya ini tampaknya membuat saudaranya─Itoshi Sae─ikut menaruh perhatian pada pesannya. Itoshi Rin menghela napas, kemudian menyandarkan bahunya di sandaran kursi. Mungkin itu salah satu pesan dari penggemarnya. Sudah bukan perihal aneh andaikata pesan dari nomor tak dikenal tiba-tiba muncul.

"Sudah berapa banyak gadis yang kau abaikan?" tanya Sae seraya mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Diberi pernyataan seperti itu, Rin hanya bisa terdiam sambil mencoba mengingatnya. "Kurasa sudah lebih dari puluhan. Ada apa memangnya? Kau juga sering mendapat pesan dari penggemarmu, 'kan?" balasnya.

"Tidak ada. Hanya saja, cukup merepotkan rasanya menjadi populer. Aku harus sering mengganti nomor ponsel karena nomorku tersebar. Apakah kau tidak berniat mengganti nomormu?" Sae menatap saudaranya dengan bingung.

Benar. Semenjak masuk SMA, Sae memang sudah berapa kali mengganti nomor ponsel karena nomornya sering tersebar sampai membuatnya dihubungi oleh gadis-gadis yang bahkan tidak dikenalnya. Rin tampak santai-santai saja sekalipun sekarang ini banyak gadis yang berusaha melakukan pendekatan dengannya melalui nomor ponsel itu.

"Tak apa. Selama nomorku tidak digunakan hal-hal aneh, aku akan bersikap santai."

Sae terkekeh, lalu pergi dari ruang keluarga setelah dirinya membereskan pekerjaan rumahnya. Rin mengembuskan napas. Apakah dirinya ini setampan itu sampai-sampai menjadi siswa populer di sekolahnya? Membayangkannya saja Rin ingin tersenyum. Lucu sekali jika semua gadis di SMA Blue Lock mengelilinginya dan melayaninya seolah dia adalah raja.

-

Lagi, Rin mendapat pesan dari nomor yang sama sebelum dia pergi sekolah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lagi, Rin mendapat pesan dari nomor yang sama sebelum dia pergi sekolah. Rin tidak membalasnya sama seperti kemarin. Toh, pesannya tidak penting. Untuk apa dirinya susah-susah membalas?

Sesampainya di sekolah, biasanya Rin akan disambut oleh sekumpulan gadis yang rela datang pagi agar bisa menunggunya di gerbang sekolah dan menyapanya. Rin meresponsnya dengan tatapan ketus, sangat kontras jika dibandingkan pada respons teman-temannya yang sama-sama populer. Lihat saja si narsistik Shidou Ryusei yang sudah melambaikan tangan seolah dirinya seorang aktor papan atas.

𝘼𝙆𝙎𝘼𝙍𝘼Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang