04: Anggota Pertama

365 246 200
                                        

PENGENALAN KARAKTER

Setelah kejadian hari ini, Sukma merasa sedikit senang karena dapat membasmi Mavros kembali

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah kejadian hari ini, Sukma merasa sedikit senang karena dapat membasmi Mavros kembali. Meski ia sadar bahwa kemampuannya belum meningkat seperti halnya kemampuan Artheion milik Natsu. Sukma berniat melewati malam dengan tenang di kamarnya. Tetapi, baru saja ia terbaring sejenak, terdengar suara yang sangat riuh ricuh serta suara rintihan seekor kuda dari arah luar. Hal itu membuat tubuhnya tersentak dan bangun dari ranjangnya. Baru saja ia melangkahkan kaki dan hendak menuju keluar, seseorang terjatuh tepat di hadapannya. Sambil terengah-engah, ia tetap mencoba bicara pada Sukma.

"M.. Ma.. Mavros.. Uni.. Corn... Berlarian.." Ucap pria paruh baya itu.

Disaat Sukma berusaha menanyakan lokasi Mavros tersebut, pria itu hanya menunjuk ke arah bukit tempat Sukma bersantai hingga melawan Mavros pagi tadi bersama Natsu. Seingatnya, bukit itu adalah tempat para petani dan peternak Agarthans berada, dan ia rasa pria tadi adalah salah satu peternak di sana. Saat ia berlari menuju bukit, pada saat yang bersamaan pula rombongan para petani berbondong-bondong menuruni bukit sambil terlihat panik. Sukma melihat secercah cahaya dari bukit. Sepertinya karena kerusuhan yang terjadi menyebabkan adanya api obor milik seorang petani terjatuh dan menyebabkan kebakaran di sana.

Dan benar, saat ia sampai, sepertiga padang rumput itu dipenuhi api dan Mavros yang berterbangan di udara. Sukma terdiam sejenak. Ia masih tidak percaya harus menghadapi hal yang ada di depannya saat ini, sekali lagi di hari ini. Ia sempat melihat sekeliling untuk memeriksa apakah ada seorang Atirath yang akan membantunya dan ia hanya melihat seorang pria dengan rambut acak-acakan yang berlari menjauh ke dalam lumbung sambil membawa dua bilah pedang.

Tak sempat ia memikirkannya, sebuah strategi dan pandangannya teralihkan. Lima ekor Mavros terbang mendekat ke arahnya. Sukma berusaha mengalirkan Artheion miliknya, tetapi hal itu seperti sulit untuk ia lakukan dengan kegelisahan hatinya saat ini. Sukma tersadar ia tidak dapat menghadapi para Mavros dengan keadaan seperti ini. Ia pun memejamkan matanya sejenak untuk menenangkan diri. Di saat para Mavros makin mendekat, tak lama kemudian ia mulai mengeluarkan jurus andalannya.

"CI SEKEUT" Teriak Sukma.

Tanpa sadar ia mengucapkan jurus itu berkali-kali hingga berhasil membunuh sebanyak tujuh ekor Mavros didekatnya. Di saat yang bersamaan, ia merasa ada yang memandanginya dari kejauhan, tapi ia merasa itu hanya kegelisahan semata. Ia tetap berusaha untuk fokus dan tidak ingin kembali teralihkan.

Seperti halnya di pertarungan sebelumnya, Sukma masih belum bisa mengontrol teknik dan tenaganya sendiri. Ia mulai merasa lelah dan tak akan sanggup menghadapi Mavros lainnya yang tersisa. Ia terduduk dengan lutut menyentuh tanah. Saat ia merasa sangat lemas, saat itu juga ia melihat kobaran api di hadapannya membesar. Tetapi kali ini berbeda, kobaran api tersebut disertai dengan hilangnya para Mavros yang ada dihadapannya. Seketika mata Sukma terbelalak melihatnya. Ia berusaha melihat siapa yang berada di balik kobaran api tersebut. Saat ia sedang mencermatinya, terdapat pria dengan rambut berantakan sambil memegang dua pedang yang berapi-api.

Blade Of DestinyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang