Pergi

184 19 4
                                        

Yeonjun pulang. Seketika Soobin langsung menyambut nya dengan pelukan hangat. Mencium bibir kakaknya penuh cinta bahwa ia sangat merindukan Yeonjun.

Melupakan bahwa mereka masih berada di teras rumah. Yeonjun segera melepas tautan dan mengajak Soobin masuk ke dalam rumah, tidak baik jika ada orang lain yang melihat ini.

"Kak, dari mana saja? Kenapa tidak membalas pesan atau telepon ku?" Tanya Soobin khawatir.

"Ponsel kakak lowbat. Kakak hanya jalan-jalan tadi untuk menenangkan pikiran." Jawab Yeonjun.

Soobin menghela nafas, "Syukurlah,. Aku pikir kakak pergi meninggalkan ku. Aku tidak ingin kakak pergi." Ucapnya dengan perasaan sedih.

Kenapa adiknya harus seperti ini?
Bagaimana Yeonjun bisa pergi jika adiknya sendiri sudah seperti ini dengannya?
Apa yang harus Yeonjun lakukan sekarang?

Di sisi lain ada Taehyun si mantan kekasihnya dan Soobin adiknya yang sangat ia cintai. Bagaimana Yeonjun menyelesaikan masalah ini dengan baik.

"Ayo kita makan, kak. Aku sudah memasak untuk makan malam." Ajak Soobin.

Yeonjun hanya mengangguk dan mengikuti adiknya. Ia duduk di meja makan bersama Soobin yang menyiapkan semua makanan kepadanya.

"Soobin. Jangan banyak-banyak, kakak bisa mati kekenyangan." Ujar Yeonjun menghentikan Soobin yang terus memberi makanan kepada nya.

"Biarkan, kakak harus makan banyak." Balas Soobin.

Hahh. Soobin sangat banyak berubah ya.

Padahal dulu Soobin selalu mengejeknya jika makan terlalu banyak. Entah di katai babi, gajah, atau apapun itu yang bermaksud mengatakan jika dirinya nanti gendut. Tapi sekarang Soobin lebih suka melihat dirinya makan banyak, bahkan tidak mengejek atau apapun.

Apa ini yang di namakan efek budak cinta?
Mungkin iya, karena Yeonjun juga pernah di fase ini.

Yeonjun tersenyum manis pada Soobin, ia menikmati makanan ini dengan khidmat. Tidak ada yang berbicara di meja makan selain suara sendok dan sumpit beradu di piring.

Selesai makan malam, Yeonjun segera pamit ke kamarnya. Ia tidak ingin melakukan interaksi dengan Soobin untuk sementara. Beruntung adiknya mengerti keadaannya.

Tubuh nya berbaring di ranjang, helaan nafas terus terdengar. Yeonjun menatap langit-langit kamarnya dengan pandangan lelah.

Ia terlalu lelah setelah semuanya terungkap. Ini bukan hal baik dan Yeonjun merasa salah melangkah karena terburu-buru yang mana membuat dirinya harus menghadapi semua perubahan Soobin.

Ya, Yeonjun akui jika awalnya ia senang bahwa ternyata cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Namun ia sama sekali tidak bisa untuk meneruskan apa yang sudah terjadi saat ini.

Apakah ia bisa bertahan sampai nanti? Atau suatu saat cepat atau lambat semua terbongkar?

Mau bagaimana pun, Yeonjun lebih baik memikirkan sisi buruknya di bandingkan ia memikirkan hal baik lebih dulu. Mentalnya harus di siapkan sejak awal. Dengan begitu Yeonjun bisa menghadapi kejadian buruk nanti.

"Lebih baik aku mandi." Ucapnya dan beranjak menuju kamar mandi.











🥀🥀🥀🥀🥀









Tunggu? Ia tidak salah lihat kan?
Ini masih sangat pagi untuk mempertanyakan keberadaan orang yang tak asing.

"Papa? Mama? Kapan kalian pulang?" Tanya Yeonjun menghampiri orangtuanya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 03, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Incest | SoobjunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang