11. preman dan bola basket ✓

1.7K 43 0
                                        

(VOTE DULU SEBELUM BACA!!)

Hai!
Aku up lagi
I hope you enjoy this part
Happy reading ~

Bugh
Bugh

Aileen memukul ketiga preman di depannya dengan membabi buta. Siapa suruh mereka mengganggunya? Apalagi suasana hatinya sedang tidak baik, alhasil Aileen melampiaskan kemarahannya pada ketiga preman yang terkapar di depannya ini.

"Cih! Lemah," Aileen berdecih lalu beranjak dari hadapan mereka.

Namun, diam-diam salah satu preman itu berdiri tanpa menimbulkan suara dan mengambil pisau yang terlihat mengkilap dari saku jaketnya dan...

Sret.

Preman itu menggores lengan Aileen sehingga menimbulkan luka yang menganga.

"Awsss," Aileen refleks memegang tangannya yang terluka.

Aileen berbalik badan dan melihat preman tadi masih memegang pisau yang ada bekas darahnya. Tanpa basa-basi, Aileen menendang kuat perut preman tersebut, yang menyebabkan preman itu ambruk dan tak sadarkan diri bersama kedua temannya.

Aileen berdecih sinis dan pergi, membiarkan 'mainannya' terkapar tak berdaya.

......

Alfa menyesap nikotin itu dengan khidmat lalu menghembuskan asapnya bebas ke udara. Ia memandangi indahnya pemandangan kota dengan gemerlap lampu kendaraan dan juga gedung-gedung.

Alfa sekarang sedang berada di balkon apartemennya. Ia sengaja tidak pergi ke markas malam ini, karena ada sesuatu yang harus diurus olehnya.
Drtt
Drtt

Alfa mengangkat telepon dari nomor yang tidak ia kenal

"Siapa?"

"Cih, Lo gak inget gw?"

"Elo bang?,ada apa telpon gue malem malem"

"Yeah, ada yang mau gue omongin sama Lo,ini tentang 'dia'. Gue liat Lo gada kemajuan"

"Bukan gada kemajuan,tapi gue bener bener milih waktu yang tepat. Sifatnya udah beda,'dia' gak kayak dulu lagi. Jadi mungkin sedikit sulit"

"Huh... Ini semua gara gara gue. Andai gue gak pergi ninggalin 'dia' mungkin dia gak akan kayak gini "

"Gak sepenuhnya salah Lo bang. Karena emang keadaan kan yang maksa Lo ?"

"Iya juga, yaudah gue tutup dulu. Jangan lupa jalani tugas Lo dengan sebaik mungkin"

"Oke bang"

Panggilan berakhir. Alfa memejamkan matanya menikmati semilir angin malam yang menerpa wajah tampannya. Wajah nya terlihat tenang tapi tidak dengan pikirannya yang berkecamuk.

......

Aileen berjalan di koridor dengan tenang mengabaikan teman sekelasnya yang berlarian menuju lapangan untuk olahraga. Aileen lebih memilih mempercepat langkahnya menuju toilet untuk mengganti seragam nya.

Cklek

Aileen keluar dari toilet dengan setelan baju olahraga yang pas di tubuhnya, tidak kebesaran dan tidak kekecilan. Namun, itu tidak mengurangi kadar keimutannya. Saat Aileen berjalan menuju lapangan, banyak yang menatapnya dengan gemas, padahal Aileen hanya berjalan saja. Apakah menurut mereka itu lucu?

"YA AMPUN, DEDE GEMES GUE BARU DATANG LO?!" teriak Chelsea histeris sambil berlari untuk memeluk Aileen, sementara Calista hanya menggelengkan kepala sambil mengikuti Chelsea dari belakang.

Akibat teriakan Chelsea yang membahana, kini semua orang di lapangan menatap ketiga sahabat itu, yang sedang berpelukan layaknya Teletubbies.

"Lepas, gue sesak napas," wajah Aileen memerah karena duo C terlalu erat memeluknya.

Chelsea dan Calista cengengesan tidak jelas. "Maaf."

Aileen hanya memutar bola mata malas.

Chelsea cemberut karena maafnya tidak mendapat tanggapan dari Aileen. "Udah, gak usah ngambek, mending kita ke lapangan, udah mau mulai tuh." Aileen memilih menarik kedua tangan sahabatnya, daripada Chelsea melanjutkan acara ngambeknya yang bisa berabe.

Setelah selesai olahraga, Aileen berniat ingin ke kantin membeli minum. Tapi saat dia berjalan di koridor, ada bola yang menuju ke arahnya.

"AILEEN AWAS!" teriak beberapa teman sekelasnya yang melihat kejadian itu.

Namun terlambat, bola itu sudah lebih dulu menghantam kepala Aileen dengan keras, membuatnya terjatuh dengan darah yang keluar dari hidungnya.

Semua orang, terutama kaum perempuan yang melihat kejadian itu, menjerit histeris apalagi melihat darah yang mengucur deras membasahi seragam olahraga Aileen.

Aileen memegang kepalanya yang terasa sakit. Lemparan bola itu tidak main-main, seakan sengaja diarahkan kepadanya. Apalagi Aileen belum sarapan, jadi sekali hantam tubuhnya langsung ambruk dan sialnya hidungnya ikut berdarah.

Chelsea dan Calista segera membelah kerumunan menghampiri Aileen yang sudah dikelilingi oleh murid yang ada di sana.

Chelsea memangku kepala Aileen, tak lama tangisnya pun pecah. "Hiks hiks, Leen bangun, jangan tutup mata lo," Chelsea menepuk-nepuk pelan pipi Aileen agar sahabatnya itu tidak menutup matanya.

"Gue gak apa-apa, gak usah cengeng lo," ucap Aileen sangat pelan seperti gumaman mungkin?

Chelsea semakin histeris. "Gak apa-apa gimana lo udah kiyep-kiyep gitu," ucapnya sambil sesenggukan.

Calista mencoba menenangkan Chelsea. Ia tahu pasti Chelsea sangat khawatir, walaupun ia juga sama khawatirnya pada Aileen, apalagi Aileen itu sudah dianggap adik sendiri bagi mereka.

"SIAPA PUN TOLONG BAWA AILEEN KE UKS," teriak Chelsea dengan air mata yang masih merembes keluar dari kedua mata cantiknya.

"Biar gue aja."

Semua orang menoleh ke asal suara itu. Mereka terbelalak kaget, pasalnya yang mengajukan diri untuk membawa Aileen ke UKS adalah Alfa—ya, si pentolan sekolah.

Setelah tersadar dari keterkejutannya, mereka memberi jalan untuk Alfa. Kemudian Alfa menggendong Aileen ala bridal style menuju UKS.

.....

(JANGAN LUPA VOTE, HARGAI USAHA AUTHOR!!!)

Gimana part ini?
Semoga Suka ya

Sorry guys baru up sekarang huhu
Niatnya tuh 2 hari yang lalu mau up
Tapi gara gara aku sibuk + jaringannya gak stabil jadi aku baru bisa up sekarang
Btw,Minal Aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin bagi yang menjalankan 🙏

Jangan lupa THR nya
THR nya GK aneh aneh kok,cukup kalian
Vote,komen,dan follow aku

Thanks udah mampir🤗
Kritik dan saran langsung komen👇

See you next part 👋

#revisi

BAD?! It's Me!{END}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang