To. Kak Soobin (not sent)
Episode mengagumimu masih belum sampai di garis finish.
Namun, cerita ini seolah sudah lama berakhir.
Perasaan ini masih ada, masih tergenggam erat, terlalu sulit untuk dibebaskan.
Pada akhirnya, aku jatuh lagi, untuk kesekian kalinya.
Detik jam terus berputar, akan tetapi jiwaku seakan terjebak di masa lampau.
Pikiranku kembali melayang ke fatamorgana, mengingat kembali interaksi kecil kita, jurnal yang berada di atas meja tak kuhiraukan.
Ponselku berdering, oh, panggilan itu lagi. Dalam hati, aku berharap bahwa itu adalah notifikasi darimu, tapi tidak mungkin, bukan?
Ada banyak hal yang berubah semenjak kita tak pernah bertemu. Kita berdua memilih jalan yang berbeda. Aku memutuskan untuk memilih universitas di kota besar, sedangkan kau memilih untuk melanjutkan studi mu di luar negeri.
Semuanya sudah berbeda, namun aku masih tak bisa mengisi kekosongan di hatiku yang sudah lama kau tinggalkan, dan perasaanku masih sama, sejak lima tahun yang lalu.
Aku harap kau baik-baik saja di sana, dengan lingkungan baru, teman baru, dan dia.
Sekarang, aku hanya bisa melihat senyummu dari layar ponsel, dan kembali mengubur rasa ini.
Mungkin, hari itu, tak seharusnya aku mengirim pesan padamu, dan mengetahui fakta bahwa kau sudah mempunyai orang lain.
Mungkin, perasaan ini lebih baik aku genggam erat, tak membiarkan siapapun untuk mengetahuinya.
Mungkin, seharusnya aku tak pernah mengenalmu sejak awal.
Ya, seharusnya ...
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine | soobtyun
FanfictionSoobtyun oneshoots by: flufffyocean. Please read the tag.
