"Eh, serius? Aku juga suka penguin! Cara jalan mereka lucu terus bayi penguin juga imut banget kan!?" Seru (Name) antusias yang dibalas laki-laki di sebelahnya dengan anggukan setuju.
"Kau tau, penguin juga memiliki kecepatan yang luar biasa ketika berada di dalam air." Tambah Yukimiya.
Selama Yukimiya mengantar (Name) kembali ke tempat asalnya, mereka berdua asik sendiri membicarakan tentang banyak hal. Mungkin karna Yukimiya yang memang friendly dan (Name) pun mudah terbawa suasana, ditambah mereka memiliki beberapa kesamaan membuat keduanya mudah akrab.
Sesampainya di tempat yang dituju, (Name) menoleh kearah Yukimiya yang masih setia berada di sebelahnya sebelum ia tersenyum lagi.
"Makasih, Yuki."
Mendengar perkataan sang gadis, pemuda berkacamata di sebelah (Name) membalas balik dengan senyum ramah yang sama.
"Bukan masalah. Kalau begitu aku pergi, ya? Jangan tersesat lagi."
Satu langkah mundur Yukimiya ambil sebelum dia melambai singkat dan membalikkan badan, berjalan pergi dari sana dan akhirnya benar-benar menghilang di kejauhan. Meninggalkan (Name) sendiri di depan ruangan sang kakak.
"Dia baik banget, auranya juga adem... Ku manfaatkan beneran aja kali ya?"
Gumaman kecil lolos keluar dari mulutnya tanpa beban. Seolah dia sudah merencanakan sesuatu di dalam kepalanya yang tak bisa ditebak. Siapa yang tau (Name) akan merencakan apalagi kedepannya.
Merenggangkan lengan ketika berjalan masuk, kali ini (Name) tidak mampir ke ruangan Ego dan langsung masuk kedalam kamarnya. Terlalu menghabiskan banyak energi di luar membuat (Name) harus beristirahat seorang diri untuk mengumpulkan niat berinteraksinya kembali.
"Ahh... Kalau tau akan bertemu orang-orang modelan kaya gini, lebih baik aku ajak Zin biar ga gila sendirian."
Tubuh beristirahat nyaman diatas tempat tidur, pandangannya menghadap langit-langit kamar. Namun tak membutuhkan waktu lama bagi otaknya untuk terpikirkan sesuatu berkat perkataannya sendiri.
"Oh iya, bocah-bocah di Korea itu sedang apa ya sekarang?"
Niat ingin mengambil handphone, rasa malas yang mendominasi tubuhnya menolak untuk bergerak. Jadilah dia tetap terlentang diatas kasur dan memejamkan mata dengan nyaman.
Meskipun hal tersebut hanya mampu bertahan selama beberapa menit karna pikiran (Name) mendadak dihantam satu hal yang baru ia sadari sampai membuatnya terbangun dan duduk diatas kasur.
"Bentar... Akhir-akhir ini kerjaan ku hanya makan dan tidur... Gawat, berat badan ku..."
Tanpa perlu pikir panjang, (Name) beranjak dari kasur dan bergegas keluar kamar hanya untuk pergi ke ruangan lain dimana dia mendobrak pintu dengan sembarang dan buru-buru menggunakan alat timbangan badan digital di sudut ruangan.
Benda yang sakral bagi (Name) karna hanya dengan melihat angka yang akan muncul bisa membuat detak jantungnya berdegup kencang.
Dan benar saja, tak berselang lama setelah ia berdiri diatas timbangan dan melihat berat tubuhnya. Wajah (Name) langsung pucat pasi dan tanpa ragu dia menendang timbangan yang kini malah menjadi korban ke sembarang arah.
Memakai pakaiannya kembali dengan gesit, (Name) berlari ke luar untuk menemui seseorang sambil berteriak panik.
"Abang! Abang! Timbangannya rusak! Masa aku naik tiga kilo!"
Sedangkan orang yang dimaksud hanya membalas dengan deheman pelan di sela-sela kegiatannya. Sudah lelah dengan segala tingkah laku si adik kesayangan.
"Fasilitas doang lengkap tapi alatnya rusak! Timbangan yang kau beli fitnah tuh!"
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐟𝐞𝐦𝐦𝐞 𝐟𝐚𝐭𝐚𝐥𝐞 || ʙʟᴜᴇ ʟᴏᴄᴋ
Novela Juvenil"𝐒𝐡𝐞 𝐰𝐚𝐬 𝐚 𝐬𝐭𝐫𝐚𝐧𝐠𝐞, 𝐡𝐨𝐬𝐭𝐢𝐥𝐞, 𝐝𝐨𝐦𝐢𝐧𝐚𝐧𝐭 𝐭𝐡𝐢𝐧𝐠𝐬." Dia yang terobsesi pada perasaan putus asa, menemukan 'surganya' yang sengaja di buat oleh sang kakak. Tempat dimana orang-orang mempertaruhkan mimpi mereka dan mati-m...
