HAI GUYSS!!!
aim bexxx 😏
sorry ya datengnya telat lagi, mwuehehe..
maaf guys baru bisa up lagi, walau telat lah yaaa..
sumpah dah, ga bosen-bosen author ngetik-
thank's buat para Reader's yang masih setia nunggui update an dri book gaje author ini 💚💚
thank's juga buat para Reader's yang udah mau mampir ke book gaje author ini 💚💚
happy reading, sorry for typo and votmen juseyoo ⭐⭐
🌱🎧
___
Tok..tok..tok..
"Pangeran, makan siang sudah siap, pangeran Jaemin dan pangeran Renjun dimintai untuk segera hadir bersama para pangeran yang lain di meja makan." ujaran dari Yangyang, selaku pengawal pribadi Renjun terdengar.
"Ya, kami berdua akan segera keluar." timpalan dari Renjun terdengar.
Tak lama dari itu, Renjun dengan pakaian kerajaan miliknya yang masih terpasang apik ditubuh mungilnya keluar dibersamai Jaemin sang adik di belakang.
"Yangyang, dimana Junkyu?" tanya Jaemin saat dirinya sudah berdiri tepat didepan pintu ruangan miliknya dan sang kakak.
"Junkyu sedang membantu para penjaga didepan mempersiapkan kedatangan para Tria Fortis yang agaknya akan terlambat, pangeran." jawab Yangyang.
"Terlambat?" gumam Jaemin pelan sembari mengerutkan dahinya samar.
Namun sepertinya Yangyang memiliki indra pendengaran yang sangat tajam, hingga tak lama lontaran gumam dari Jaemin, Yangyang spontan menjawab.
"Ya pangeran, ada sedikit kendala yang membuat para Tria Fortis mau tidak mau menyelesaikan kendala tersebut dengan cepat." ujar Yangyang menjelaskan.
Jaemin tak menjawab, dirinya hanya menganggukan kepala sebagai tanda bahwa dirinya mengerti dengan apa yang Yangyang jelaskan.
"Sepertinya kita harus segera menuju meja makan Nana." lontaran tiba-tiba dari Renjun yang sedari diam memperhatikan obrolan sang adik dengan sang pengawal pribadi terdengar.
Jaemin tak menjawab, ia hanya berjalan pelan dalam diam dibalik punggung sang kakak, diikuti oleh Yangyang dibelakang.
Hingga tak lama, mereka bertiga sampai pada meja makan yang setidaknya sudah diisi oleh tiga orang, yang Jaemin yakini adalah para pangeran Tria Fortis dari kerajaan lain.
Jaemin dan Renjun memilih duduk bersebelahan berlawanan dengan-
Si pangeran yang memiliki raut wajah tegas namun sedikit kesan humor terpampang pada wajah tampannya.
Si pangeran dengan mata sipit, raut wajah dingin dan wajah yang tentunya tak kalah tampan.
Dan terakhir, si pangeran dengan kulit tan eksotisnya yang sekarang ini tengah memandang lekat pada Renjun dengan kedua mata tajam yang ia beri sedikit lirikan dingin pada sudut matanya.
Jaemin hanya diam sembari menundukkan kepalanya.
Entahlah, Jaemin hanya merasa canggung dengan atmosfer yang sekarang ini tengah terbentuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prince Na | Markmin
Fantasy........................................................................................... Pria manis dengan kulit seputih susu sedang duduk bersandar di sebuah pohon tua dipinggiran danau, dengan tatapan kosong dia menatap danau, entah apa yang se...
