Gelas terisi
"Kalo disuruh milih, perbaiki atau ganti yg baru?"
Tanya om Sunghoon keribuan kali. Katanya mau nemenin gue tidur, tapi mulutnya gak berenti nanya pertanyaan acak.
Gue berdehem sambil merem, "tergantung seberapa besar rasa ikhlasnya"
Gak ngedenger jawaban dari si om, gue agak ngelirik ke arah meja belajar gue.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kenapa liatin saya?"
"Oh, itu. Emasnya cakep"
Gw agak kikuk, jadi ngebohong. Ehe. Gak lupa, jadi munggungin dia. Ngadep ke arah jendela, yang tirainya berterbangan.
"Makasih, Enengnya juga cakep klo jadi sama mas"
Apa sih.
Ya, tapi masa sih gue cakep?!
"Emang jahat ya, kalo manfaatin orang lain buat bahan move on?"
"Hm? Sebenernya sayang sih—"
"Iya, saya juga sayang sama kamu" potong dia sambil ngusap rambut gue yahg bertebaran dibantal, "hujannya udah reda, tidur ya"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
CUP.
"Om apaaaan sih"
Gue reflek langsung duduk, nyingkap selimut, dan ngelap jidat yang bekas dikecup dia.
"Apaan yang apaan?"
"Ini" gw nunjuk jidat, "om ngapain nyium saya?"
.....
....
...
..
.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Itu yang namanya dicium"
DEMI APAAAAAAAAAAAAAN!?
DIA
NYIUM
BIBIR GUE.
Bibir
Gue.
Fix, omnya punya acel. Jgn diambil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Om ; Park Sunghoon
Fiksi PenggemarMasa iya sih gue jatuh cinta sama om sendiri?
