Persetan kata siapa mau bilang apa tak guna
Mreka hanya tahu namamu mereka takkan jadi diriku
.
.
.
Meskipun hubungan Suzy dan ayahnya mirip seperti sahabat tapi Suzy tak cukup kepo untuk mencari tau dengan siapa ayahnya berhubungan, karena menurutnya jika sang ayah siap pasti akan memberitahu sendiri pada Suzy tanpa harus diminta.
Ayahnya sudah cukup lama melajang dan fokus pada pekerjaan serta mengurus dirinya secara bersamaan. Jadi tak ada yang Suzy harapkan selain kebahagiaan pribadi ayahnya dan pasangan juga merupakan aspek bagus untuk kebahagiaan, meskipun untuk Suzy pernikahan bukannya solusi untuk bahagia.
"Santai aja sih pa, kayak ke gap selingkuh aja." Kata Suzy melihat seberapa canggung nya sang ayah.
"Mulut kamu ya kak, makin lama makin ngaco."
"Lah pasangan aku aja si Jevano itu, gimana gak makin sedeng aku, mana diputusin gak mau, sekalinya dia mau terus balik lagi balik lagi." Cibir Suzy sembari menatap Jevano yang sedang mengendong salah satu sepupu nya yang masih balita.
"Begitupun dia tuh sabar ngadepin kakak, juga ayah cukup percaya meskipun dimata kamu dia ngeselin tapi rasa sayang nya ke kamu besar tau kak."
"Dih malah muji si anak spesial, jadi udah berapa lama papa sama si Tante?." Tanya Suzy dengan senyum penuh arti.
"Setahun kak, tadinya sih papa mau ngasih tau ke kamu dulu tapi gak ada waktu terus, kamu tau lah kakek mu yang sudah bangka itu seenak jidat ngejadiin papa sebagai budak kooporat nya."
"Yaudah kalau emang menurut papa si tante oke ya jalanin, lagian kapan lagi dapet daun muda cantik dan keibuan, meskipun emang rasanya aneh sih punya adek di umur 25 tahun tapi gapapa juga siapa tau kalau ada si adek, kerjaan papa lebih dikurangin sama kakek."
"Kamu sendiri kak, gak ada rencana buat ngikat hubungan serius sama Jevano? Mumpung lagi kumpul keluarga nih biar diomongin."
"Hah? Papa nyuruh aku nikah sama dia, liat aja tuh kelakuan nya masih begitu, juga dia masih niti karir pa, jadi ya daripada ngurusin aku ya fokus aja ke percintaan papa dulu. Juga kenapa gak lamar si tante sekarang, mumpung didepan keluarga besar nya." Jawab Suzy, menatap Jevano yang berhasil membuat nangis sepupu balita nya.
"Makin pinter kamu kak balik balikin omongan."
Suzy tertawa lalu buru buru menghampiri Jevano yang semakin membuat sepupu kecil nya menangis, kali ini bertambah 2 lagi yang menangis karena ulah nya.
.
Seperti saran Suzy, ayah nya pun meminta restu keluarga besar Jevano dan melamar adik bungsu dari arah Jevano. Meskipun Jevano sempat sempatnya bertanya bagaimana ia dan Suzy kalau tante nya menikah dengan mertua nya.
"Idih pede banget mertua, kayak Suzy mau aja nikah sama bocah kematian."
"Bang kata gue loe diem deh, biarin dulu ini si Tante sama Om, juga kan loe masih belum balikan sama Kak Suzy."
Tentu saja itu celetukan tega dari abang dan adiknya, yang seperti tak memikirkan nasib percintaan Jevano. Ya namanya saja mereka mencari kesempatan dalam kesusahan.
"Jadi kak, jangan dengerin omong kosong dari calon ipar loe, karena omongan mereka kayak karakter ipar adalah maut. Meskipun kakak masih ngambek tapi gue yakin perasaan loe gak akan segampang itu berubah, toh loe cinta nya sama gue kan bukan sama rumput bergoyang kayak Bang Javier dan Jonathan itu." Kata Jevano, sembari fokus pada jalanan, mereka kembali ke ibu kota.
"Dih loe kok bisa insecure sama pede secara bersamaan sih, udah fokus nyetir gih, kalau gak gue nebeng nih di mobil abang loe."
"Dih emang gue ngizinin, gak lah ya kali." Jawab Jevano dengan wajah cemberut.
Dibalas Suzy dengan cubitan dipinggang, karena kalau di ginjal akan terlalu susah.
.
Kim Taehyung as Vale
Myoui Mina as Sharon
Kim Seokjin as Bang Javier
Kang Taehyun as Dek Jonathan
KAMU SEDANG MEMBACA
Trouble
Fiksi Penggemar8/? BTS x Suzy song fiction Smoga hidup kita trus begini-gini saja Walau sungai meluap dan kurs tak masuk logika Smoga kita mencintai apa adanya Walau katanya skarang ku bisa masuk penjara (Cincin by Hindia)
