[ SEBELUM BACA JANGAN LUPA FOLLOW DULU!! NANTI BAKAL AUTHOR FOLLBACK 🦋 ]
kalau ada kuota tapi yaa...
NO PLAGIAT ❌ ingat!! Itu semua berurusan dengan yang di atas!
Cerita ini:
Fiksi 80%
Nyata 20%
Tidak ada hal percintaan, hanya 5% saja
Di setiap...
° ° ° Bersabarlah dan berdoalah kalian, bila mana ditimpa musibah ataupun ujian dari Allah SWT. Semua itu sudah ditentukan oleh sang pencipta, jadi yakinlah bahwa masalah itu pasti ada jalan keluarnya. -Qaisara Zaralia- ° ° °
•••💚💚•••
Disinilah mereka bertiga, sudah sampai pada tempat tujuannya yaitu disebuah restoran kecil yang tak jauh dari rumah Sara.
Mereka bertiga menaiki mobil tentunya milik Ghazi dan Ghea, kini mereka tengah menunggu pesanannya.
Ghazi yang tengah memainkan ponselnya, sedangkan Ghea dan Sara tengah mengobrol ringan sesekali bercanda.
"Masa sih Kak,"ucap Sara dengan tersenyum.
"Iya ... Waktu pertama dia mondok, setiap hari selalu nelpon terus, katanya sudah kangen lah, kan lucu ya haha,"ujar Ghea setengah berbisik pada Sara sambil tertawa kecil.
Sara hanya menanggapi dengan tertawa kecil, ntah mau menjawab apa lagi pikirnya.
"Ya itu sih dulu ya, waktu dia pertama kali masuk pondok! Sekarang mah udah beda lagi, nelpon pun satu bulan sekali,"lanjut Ghea sambil berbisik kecil sesekali menoleh sekilas pada Ghazi.
Yap, mereka berdua tengah bergosip ria tentang pertama kali Ghazi mondok.
Yang digosipin mau juga berucap, keburu pelayan restoran datang membawa makanan ke arah mereka dan menaruhkan makanan tersebut diatas meja.
Setelah menaruhkan makanan tersebut pelayan itu pergi kembali ke tempat, tak lupa berucap 'Selamat menikmati' dan juga 'permisi'.
Ghazi juga tak lupa berucap 'Terimakasih'
"Sudah jangan gosip lagi gak baik! Dimakan dulu makanannya,"tegur Ghazi dan bersiap untuk memakan makanannya.
"Hem ... Iya deh,"balas Ghea. Ia pun sama hal nya dengan Ghazi.
Sara hanya mengangguk lalu, memakan makanannya.
Mereka bertiga pun melahap makanannya dengan hidmat, sesekali Ghea berucap langsung ditegur oleh sang adik.
Setelah beberapa menit makan, akhirnya mereka bertiga selesai memakan makanannya.
Ghazi bangkit dari duduknya dan berjalan kearah tempat kasir untuk membayar makanannya, dan setelah itu kembali lagi ketempat duduknya.