[ SEBELUM BACA JANGAN LUPA FOLLOW DULU!! NANTI BAKAL AUTHOR FOLLBACK 🦋 ]
kalau ada kuota tapi yaa...
NO PLAGIAT ❌ ingat!! Itu semua berurusan dengan yang di atas!
Cerita ini:
Fiksi 80%
Nyata 20%
Tidak ada hal percintaan, hanya 5% saja
Di setiap...
° ° ° Jadilah orang yang bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan juga orang lain. -Qaisara Zaralia- ° ° °
•••💚💚•••
Sore harinya, kini Sara tengah menunggu kedatangan teman masa kecilnya tak lain adalah Ghazi. Tadi, Ghazi sudah mengabarinya bahwa dia sebentar lagi akan sampai, tepatnya lagi diperjalanan kesini.
Setelah membeli beberapa makanan, Naya langsung saja menyiapkan makanan dan juga bersih-bersih rumah. Membuat penghuni rumah heran.
Sara sedari tadi duduk di sofa yang ada di ruang tamu, dengan memainkan ponselnya.
Di ruang tamu ada Naya tentunya dan juga Umar, Rala juga ada.
"Kok belum sampai ya?"celetuk Naya yang tidak sabaran.
Ini kok yang seneng Ibunya ya. Pikir mereka.
"Lagi dijalan Bun, sebentar lagi!"balas Sara.
Dan benar juga, setelah itu mendengar klakson mobil terdengar. Buru-buru mereka semua keluar dari rumah, dan menyambut sang tamu.
"Aaaa... akhirnya datang juga,"seru Naya pelan.
Ghazi dan kakaknya tak lupa diajak. Mereka berdua pun turun dari mobil, setelah memarkirkan mobilnya dihalaman rumah Sara.
"Assalamualaikum.."ucap salam Ghazi maupun Ghea, sambil menyalami Naya dan Umar.
"Waalaikumussalam.."jawab salam mereka berempat.
"Masya Allah, Nak Ghazi dah tinggi aja ya! Tambah ganteng juga ya.. hehe,"seru Naya memuji Ghazi sambil terkekeh dengan memegang bahunya.
"Eh.. ternyata, Neng Ghea juga ikut! Masya Allah tambah cantik aja Neng,"tambah Naya beralih kepada Ghea. Ghea hanya tersenyum malu saja.
"Hehe ... Alhamdulillah Bun. Bunda, Ayah sehat?"tanya Ghazi terlihat canggung.
Fyi, Ghazi selalu memanggil kedua orangtuanya Sara dengan sebutan Ayah dan Bunda, karena ini disuruh keduanya. Biar sama dengan Sara katanya.