[ SEBELUM BACA JANGAN LUPA FOLLOW DULU!! NANTI BAKAL AUTHOR FOLLBACK 🦋 ]
kalau ada kuota tapi yaa...
NO PLAGIAT ❌ ingat!! Itu semua berurusan dengan yang di atas!
Cerita ini:
Fiksi 80%
Nyata 20%
Tidak ada hal percintaan, hanya 5% saja
Di setiap...
° ° Tersenyumlah walau lagi ditimpa masalah dan cobaan, kuatin hati ini yang sangat lemah. Hadapi semua masalah dengan kesabaran. -Qaisara Zaralia- ° °
•••💚💚•••
Setelah sampai, Sara maupun Rala berlari kecil dilorong rumah sakit yang lumayan sepi. Mereka sudah diberitahukan ruang mananya.
Dari kejauhan ada seseorang yang tengah duduk, tak lain adalah Naya. Sedari tadi Naya terus menerus menangis tak henti-hentinya. Sara maupun Rala segera menghampiri sang Ibu.
"Bunda,"panggil keduanya berbarengan.
Naya pun menoleh, lalu berdiri dan langsung memeluk kedua putrinya.
Mereka saling berpelukan satu sama lain, dengan keadaan menangis.
Sara mendongak menatap wajah sang Ibu. Lalu, menghapus air mata Naya dengan pelan dan tersenyum sendu.
"Bun ... Tenang ya? Sekarang sudah ada kita berdua. Bunda jangan nangis ya ... Ayah gak suka Bunda yang nangis! Ayah didalam pasti baik-baik saja, oke!"tegur Sara sambil menguatkan sang Ibu dengan mengusapkan punggungnya pelan.
Memang Sara lah yang selalu bisa bersikap dewasa dan tidak kekanak-kanakan, ya.. walaupun hatinya sakit mendengar kabar buruk ini. Tapi, ia harus tegar dihadapan sang Ibu dan juga adiknya.
Naya mengangguk lemah."Iya Nak, makasih sudah kuatin Bunda."Ia pun berusaha untuk tersenyum,"ya Allah ... Semoga semuanya bakal baik-baik aja,"lanjutnya dalam hati.
Setelah itu, mereka bertiga pun duduk di bangku rumah sakit. Sambil menunggu dokter keluar dari ruangannya.
"Bun, Sara mau nanya. Kenapa Ayah bisa kecelakaan?"tanya Sara dengan hati-hati. Karena ia sangat penasaran sekali.
Naya menoleh pada putri pertamanya, dan beralih menatap ruangan didepannya."Bunda juga gak tau Sar, kata polisi yang menangani, Ayah mengalami rem blong, karena Ayah gak bisa mengerem jadinya Ayah belokin kekanan, berakhir menabrak pembatas jalan. Lalu, mobil tersebut remuk dan terbakar. Dan untungnya Ayah sedikit keluar dari mobil, berakhir Ayah sedikit terkena luka bakar dipunggungnya."jelasnya sambil menahan sesak di dada.
"Lalu, Ayah pingsan ditempat. Untungnya Ayah segera dibawa kerumah sakit sama warga sekitar, ini juga Bunda dikasih tau oleh warga yang menjadi saksi. Sebenarnya Bunda tadi pergi ke toko kue, beberapa menit kemudian ada yang menelepon Bunda, ternyata dari pihak rumah sakit. Segeralah Bunda kesini, dan Bunda sangat shock melihat ..."Naya pun tidak bisa melanjutkan ucapannya lagi. Karena menahan sesak didalam dada yang menghantamnya.