Warning!
Part ini mengandung unsur dewasa.
Yang sedang puasa harap dibaca malam hari.
Ini khusus 20+, yang belum cukup umur ya tunggu beberapa tahun lagi.
Yang udah cukup ya happy reading.....
-------------------++++++++++++++-----------------
Seorang pria tergeletak tak berdaya di atas ranjang. Tangannya diikat menjadi satu dengan kepala ranjang. Tubuhnya polos tanpa sehelai benang pun. Bagian bawah tubuhnya sudah tegak sempurna menandakan dia sedang bergairah. Sangat bergairah malah.
"Shit! Sisy, lepaskan tali sialan ini!" Teriaknya pada wanita yang sedang berdiri di ujung ranjang. Tubuh putih mulusnya hanya dibalut lingerie warna merah cabai tanpa bra sehingga memperlihatkan gundukan payudara yang kencang. Sedangkan bagian bawahnya hanya ditutupi oleh g-string warna senada. Tak heran kalau sang pria, Digo, mati-matian menahan hasratnya.
"Tak bisa honey. Kita akan sedikit bermain malam ini." Kata Sisy sambil mendekat dengan langkah dibuat sesexy mungkin. Digo hanya menelan ludah melihat istrinya yang begitu menggoda.
"Aku akan langsung menerkammu kalau tali sialan ini terlepas!"
"Sepertinya kau harus sedikit bersabar honey." Kata Sisy sambil merangkak mengangkangi tubuh Digo.
"Sialan kau Sisy! Mau berapa lama lagi kau menyiksaku?!" Sisy hanya cekikikan mendengar makian Digo. Suami tercintanya itu memang sudah sangat bergairah.
"Sampai aku merasa puas." Jawab Sisy saat wajahnya sejajar wajah Digo. Dia berada di atas tubuh Digo sekarang. Digo melirik ke bawah tepat dimana payudara indah Sisy menggantung. Tangannya terasa gatal ingin meremasnya. Mulutnya sudah tak sabar ingin mencecapnya. Dia merasakan juniornya semakin nyeri minta pelepasan.
"Sayang, lepaskan ikatannya. Aku ingin berada di dalammu sekarang. Rasanya penisku sudah sangat nyeri." Mohonnya. Sisy menyunggingkan senyum dan mendaratkan bibirnya tepat di atas bibir Digo. Dia mencium digo sekilas membuat Digo yang mulanya sudah berteriak girang di dalam hati menjadi kecewa. Sisy sedikit menjauhkan wajahnya, Digo frustasi karena tidak bisa menggapai bibir istrinya.
Sisy tersenyum melihat reaksi suaminya dan kembali melahap bibirnya. Kali ini bukan ciuman sekilas tapi lumatan yang lama. Digo mengerang disela ciumannya. Ciuman Sisy turun ke dada Digo, menjilati dada dan puting Digo membuat yang empunya mengerang menahan hasrat.
"Ohhh sayang, jangan menyiksaku lagi." Kata Digo berusaha menekan hasratnya. Sisy yang mendengarnya bukan langsung menghentikan aksinya malah kini ciumannya semakin turun dan bermain-main di sekitar pusar Digo.
"Brengsek kau Sisy! Rasanya penisku hampir patah karena terlalu tegang!" Teriak Digo frustasi karena sang istri terus merangsangnya. Sisy hanya tersenyum setiap mendengar makian yang keluar dari mulut suaminya. Bagi mereka berdua makian-makian saat bercinta malah bisa menambah gairah mereka.
Sisy menghentikan ciumannya saat hampir mendekati kejantanan Digo. Karena gemas, Sisy menyentil benda yang sudah mengacung dengan sepurna itu.
"Aaakkkhhhh. Kau bisa membuatnya patah!" Teriak Digo memprotes perlakuan istrinya. Tanpa berkata apa-apa Sisy keluar dari kamar dan dengan cepat kembali membawa sesuatu di tangannya. Digo sedikit memicingkan mata ingin mengetahui apa yang sedang dibawa istrinya.
"Whipped Cream?" Kata Digo lirih tapi masih bisa didengar oleh Sisy.
"Ya. Aku ingin membuat permainan menjadi lebih manis." Kata Sisy sambil mengerlingkan matanya. Digo tersenyum mengetahui apa isi otak cantik istrinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hot Mom
Fiksi PenggemarAku tidak membutuhkan belas kasihan siapapun. aku bisa memberikan kehidupan yang layak untuk anakku. kami sudah bahagia walau hanya hidup berdua. anakku tidak membutuhkan ayah, dan aku juga tidak mau bergantung dengan makhluk yang bernama laki-laki...
