●●●
"Apa-apaan kalian berdua ini!," Wooseok menatap tajam kedua orang orang didepanya itu.
Sekretaris Wooseok melepas perlahan tanganya dari rambut Hye yoon. "Maaf pak, nona ini tiba-tiba datang dan menarik rambut-," belum selesai berbicara, rambut wanita itu sudah ditarik kembali oleh Hye yoon.
"Lepaskan Kim hye yoon," Wooseok langsung menarik tangan Hye yoon agar segera lepas dari rambut sekretarisnya. Tangan besar pria itu dengan kuat menarik tubuh Hye yoon menuju ruangannya setelah berhasil menjauhkan gadis itu dari sekretarisnya.
"Apalagi kali ini Hye yoon-ah," Wooseok memegang kedua bahu gadis itu dan menatap lurus kearah Hye yoon.
Hye yoon menatap kesal Wooseok dengan bibir yang terlipat kedalam, "aku hanya memberinya sedikit pelajaran, apakah itu salah?," gadis itu pun langsung menjauhkan tangan Wooseok dari bahunya.
"Apa masalahmu dengannya Hye yoon-ah?," ujar Wooseok tanpa mengalihkan tatapanya dari Hye yoon yang sekarang tampak terdiam mendengar pertanyaan pria itu.
"A-aku hanya, i-itu dia menatap oppa seperti akan menggoda oppa tau!," Hye yoon benar-benar merutuki dirinya yang tampak gugup karena tatapan pria dihadapanya ini.
Terdengar helaan nafas dari Wooseok, "lalu, apa masalahnya Hye yoon-ah?, dia mau menatap ku seperti apapun juga itu tidak ada urusanya dengan dirimu," perkataan pria itu ternyata mampu membuat gadis didepanyanya itu terdiam sesaat.
"Ada!, semua yang berhubungan dengan oppa itu adalah urusanku!," tangan gadis itu terlihat mengepal erat, ingin sekali dia menangis saat ini. Baru kali ini Hye yoon mendengar kata-kata menyakitkan dari bibir Wooseok.
"Kau itu hanya adik sepupuku Hye yoon-ah, jangan melampaui batas!," Wooseok ikut tersulut emosi atas kata-kata gadis itu.
Hye yoon tersentak kaget dengan ucapan pria itu, "apapun yang oppa katakan aku tidak perduli!, pokoknya siapapun yang mendekati oppa, maka dia akan berurusan dengan ku!," mata Hye yoon tampak memerah bersamaan dengan tubuhnya yang bergetar karena emosi.
Wooseok mengusap wajahnya perlahan, "cukup lakukan tindakan bodohmu itu diluar, jangan dilakukan saat jam kantor," pria itu akhirnya melangkah kembali menuju meja kerjanya.
"Apapun yang oppa katakan, itu tidak akan membuat aku menyerah!," Hye yoon tersenyum menatap pria itu, sebelum akhirnya langsung melangkah cepat keluar dari ruangan Wooseok.
Diluar ruangan Wooseok, Hye yoon dapat melihat sekrektaris Wooseok yang saat ini terlihat menunduk saat melihat kedatangan gadis itu tadi.
"Dasar sok polos!," ujar Hye yoon singkat tak lama gadis itu pun bergegas masuk kedalam lift, dia harus segera turun karena jam makan siangnya akan segera habis sekarang.
-
Wooseok melangkah perlahan keluar dari ruangannya, pria itu terlihat memijat pelipisnya pelan sebelum akhirnya dikagetkan dengan kehadiran seorang gadis didepan pintu ruangan pria itu.
Gadis yang tak lain adalah Hye yoon itu tersenyum cerah saat melihat Wooseok yang tengah berdiri terdiam dihadapanya, "oppa," gadis itu langsung melangkah mendekati Wooseok.
"Oppa, ayo kita pulang bersama!," berbeda dengan Hye yoon tampak antusias. Wooseok justru terlihat diam mengabaikan segala ucapan gadis itu, karena jujur saja pria itu masih kesal dengan tingkah Hye yoon tadi siang.
Melihat Wooseok yang masih diam saja membuat Hye yoon menghela nafas pelan. "Oppa, aku sepertinya lapar. Kita makan direstoran dulu bagaimana?," kali ini gadis itu menggenggam perlahan tangan Wooseok.
KAMU SEDANG MEMBACA
TROUBLE MAKER
RomanceMenurut sebagian besar orang jatuh cinta itu indah, memang betul. Tapi, bagaimana jika kau jatuh cinta kepada orang yang tidak mencintaimu? Ya, aku tau itu. Tentu itu sungguh menyakitkan. Namun, itu tidak akan menyakitkan jika kau tidak terlalu bany...
